PT Krakatau Steel (Persero).Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat perannya sebagai industrial platform untuk hilirisasi teknologi melalui rencana ... [376] url asal
Jakarta (ANTARA) - PT Krakatau Steel (Persero).Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat perannya sebagai industrial platform untuk hilirisasi teknologi melalui rencana pengembangan advanced materials dan proyek hilirisasi nikel menjadi stainless steel slab berkapasitas 1,2 juta ton per tahun.
Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo menyatakan Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perseroan mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing industri nasional.
Sidik, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki estimasi investasi sebesar 350 juta dolar AS, dengan proyeksi pendapatan tahunan lebih dari 2 miliar dolar AS.
"Pengembangan fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan nikel melalui pengolahan lebih lanjut menjadi Stainless Steel," katanya pada sesi Investor Showcase Session di ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta.
Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Rariya Budi Harta, menambahkan hilirisasi teknologi membutuhkan dukungan ekosistem industri agar inovasi dapat diterapkan dalam skala komersial dan menghasilkan nilai tambah.
“Melalui pengembangan advanced materials dan hilirisasi teknologi, kami berkomitmen mendukung penguatan rantai pasok, membuka peluang investasi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujarnya.
Pengembangan proyek hilirisasi ini melanjutkan komitmen Krakatau Steel dalam membangun ekosistem advanced materials nasional. Pada Juli 2026 perseroan menandatangani nota kesepahaman Collaboration on Advanced Materials Development bersama MIND ID, Defend ID, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk memperkuat rantai nilai industri dari sektor hulu hingga manufaktur bernilai tambah tinggi.
Selain itu, pada bulan yang sama Krakatau Steel juga telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Steel Authority of India Limited (SAIL) tentang rencana pengembangan Stainless Steel, dalam rangkaian kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia.
Melalui partisipasi dalam DTIIF 2026, tambahnya, perusahaan terus mendorong kolaborasi strategis untuk mempercepat hilirisasi teknologi dan membangun industri nasional yang terintegrasi, inovatif, serta berdaya saing global.
Sebelumnya CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dalam pembukaan DTIIF 2026 menegaskan pentingnya kemitraan jangka panjang, mobilisasi modal dan keahlian global, serta tindak lanjut kolaborasi menjadi inisiatif konkret yang berkelanjutan.
Dia menegaskan DTIIF memiliki tiga ambisi utama yakni pertama, memperkuat kemitraan yang mendukung transformasi ekonomi dan industri Indonesia dalam jangka panjang. Kedua, menggerakkan modal dan keahlian global untuk mengembangkan proyek-proyek strategis menjadi peluang investasi yang terukur. Ketiga, memastikan berbagai kolaborasi dan dialog menghasilkan inisiatif konkret yang berkelanjutan.
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab ... [253] url asal
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Rivqy mendorong hal tersebut setelah Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari UEA.
“Itu patut kita sambut positif. Namun, pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus cermat,” kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, dia meminta pemerintah untuk mengkaji mekanisme dan konsekuensi dari impor tersebut.
Selain itu, dia meminta agar pemerintah memastikan kualitas minyak, kapasitas pengolahan di dalam negeri, hingga pemanfaatannya.
Pemerintah, lanjutnya, juga perlu menghitung ulang kebutuhan impor minyak, biaya pengadaan energi, beban subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi keuangan negara.
Menurut dia, prinsip kehati-hatian diperlukan sehingga dirinya meminta hal-hal tersebut agar dilakukan pemerintah terlebih dahulu.
“Intinya, kita terbuka terhadap bantuan dan kerja sama dari negara sahabat, tetapi kepentingan Indonesia harus menjadi prioritas. Pastikan tidak ada konsekuensi yang merugikan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Selasa (27/10) mengatakan UEA akan mengirimkan 30 juta barel minyak mentah untuk Indonesia tanpa biaya.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rabu (28/10) mengklarifikasi bahwa Indonesia tengah menjajaki rencana impor minyak mentah dari UEA.
“Itu masih potensi, ya. Itu penjajakan. Semuanya masih penjajakan, ya,” kata Bahlil.
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab ... [253] url asal
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah untuk mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak mentah (crude) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Rivqy mendorong hal tersebut setelah Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari UEA.
“Itu patut kita sambut positif. Namun, pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus cermat,” kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, dia meminta pemerintah untuk mengkaji mekanisme dan konsekuensi dari impor tersebut.
Selain itu, dia meminta agar pemerintah memastikan kualitas minyak, kapasitas pengolahan di dalam negeri, hingga pemanfaatannya.
Pemerintah, lanjutnya, juga perlu menghitung ulang kebutuhan impor minyak, biaya pengadaan energi, beban subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi keuangan negara.
Menurut dia, prinsip kehati-hatian diperlukan sehingga dirinya meminta hal-hal tersebut agar dilakukan pemerintah terlebih dahulu.
“Intinya, kita terbuka terhadap bantuan dan kerja sama dari negara sahabat, tetapi kepentingan Indonesia harus menjadi prioritas. Pastikan tidak ada konsekuensi yang merugikan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Selasa (27/10) mengatakan UEA akan mengirimkan 30 juta barel minyak mentah untuk Indonesia tanpa biaya.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rabu (28/10) mengklarifikasi bahwa Indonesia tengah menjajaki rencana impor minyak mentah dari UEA.
“Itu masih potensi, ya. Itu penjajakan. Semuanya masih penjajakan, ya,” kata Bahlil.
Beragam peristiwa bidang ekonomi terjadi pada Rabu (28/10), mulai dari RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun, hingga Bahlil sebut masih jajaki ... [479] url asal
Denpasar, Bali (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang ekonomi terjadi pada Rabu (28/10), mulai dari RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun, hingga Bahlil sebut masih jajaki impor 30 juta barel minyak mentah dari UEA.
Berikut sajian berita bidang ekonomi yang dirangkum Kantor Berita ANTARA.
RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pembagian dividen tunai khusus senilai Rp1,564 triliun kepada pemegang saham, yang menjadi pertama kalinya dilakukan sepanjang sejarah.
Direktur Utama, BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan nilai dividen yang akan dibagikan tersebut setara dengan Rp17 miliar per saham.
“Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perseroan untuk digunakan sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sebesar Rp2 triliun, serta pembagian dividen tunai khusus dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai menggelar RUPSLB di Main Hall, BEI, Jakarta, Rabu.
Kemenekraf fasilitasi potensi pembiayaan Rp4,8 miliar lewat ICEFF
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi potensi pembiayaan syariah sebesar Rp4,8 miliar bagi pelaku ekonomi kreatif Batam melalui Program Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
Program yang diikuti 50 pegiat ekonomi kreatif hasil kurasi tersebut menjadi upaya memperluas akses pembiayaan syariah melalui penguatan kapasitas bisnis, pendampingan, serta pertemuan langsung dengan lembaga keuangan syariah.
Kemenkop targetkan koperasi miliki kilang minyak goreng pada 2027
Kementerian Koperasi menargetkan gerakan koperasi nasional memiliki kilang minyak goreng sendiri pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, Rabu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi petani sawit perlu memperluas kegiatan usaha dari pengelolaan perkebunan hingga pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah, termasuk minyak goreng.
ESDM catat nilai ekspor nikel capai 25,96 miliar dolar AS per Agustus
Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat nilai ekspor nikel mencapai 25,96 miliar dolar AS atau sekitar Rp472 triliun (kurs Rp18.183) per Agustus 2026.
“Sampai dengan Agustus 2026, nilainya mencapai sekitar 25,96 miliar dolar AS, hampir 26 miliar dolar AS,” ucap Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar dalam Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) yang digelar di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu.
Bahlil sebut masih jajaki impor 30 juta barel minyak mentah dari UEA
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah masih menjajaki rencana impor minyak mentah (crude) hingga 30 juta barel dari Uni Emirat Arab (UEA).
“Itu masih potensi, ya. Itu penjajakan. Semuanya masih penjajakan, ya,” ungkap Menko Bahlil saat ditemui di Jakarta, Rabu.
Kabut pagi menyelimuti Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di tengah udara dingin pegunungan, para peternak sapi perah memulai kesibukan ... [1,355] url asal
Secara umum, kualitas air Sungai Cikapundung menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi pada 2016 dan 2021. Namun, pengendalian pencemaran tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas air sungai tetap terjaga, baik di hulu maupun hilir
Bandung Barat (ANTARA) - Kabut pagi menyelimuti Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di tengah udara dingin pegunungan, para peternak sapi perah memulai kesibukan mereka: membersihkan kandang dan menyiapkan pakan. Dari rutinitas harian inilah, susu terus mengalir menjadi tumpuan hidup warga setempat.
Namun, ada bayang-bayang masalah di balik keberlanjutan usaha ini, yaitu kotoran ternak. Berada di hulu Sungai Cikapundung, limbah tanpa pengolahan berisiko tinggi mencemari sungai hingga area hilir. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas menjadi kendala utama para peternak.
Di tengah keresahan itu, Ketua Karang Taruna Motekar Kampung Sukaluyu, Atep Suhendar, justru melihat peluang. Ia menggagas ide untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas sebagai energi alternatif, sekaligus pupuk organik bagi sektor pertanian.
Lewat program Nyaah ka Parahyangan yang berjalan sejak 2022, Atep dan kelompoknya mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular. Mereka tak hanya berhasil menekan tingkat pencemaran lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah yang kembali meningkatkan kesejahteraan warga Suntenjaya.
Mengalir ke Rumah
Melalui skema Nyaah ka Cai, limbah kotoran dari kandang peternak kini tak lagi terbuang sia-sia. Bahan organik tersebut dikumpulkan dan disalurkan ke instalasi biodigester untuk diubah menjadi biogas.
"Ada dua alat pengolahan biodigester, yang pertama 10 meter kubik dan kedua 4 meter kubik. Kalau ditotal, bisa mengolah sekitar 600 kilogram kotoran sapi," ujar Atep.
Dari kapasitas tersebut, biogas yang dihasilkan mampu mengalir dan dimanfaatkan secara langsung oleh enam rumah tangga di sekitar lokasi.
Warga memanfaatkan biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah ternak untuk memasak guna mengurangi ketergantungan LPG di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (ANTARA/Ilham Nugraha)
Hasil pengolahan tersebut kini dimanfaatkan enam rumah tangga sebagai sumber energi alternatif. Penggunaan biogas turut mengurangi konsumsi LPG dari semula dua hingga tiga tabung per bulan menjadi sekitar satu tabung, bahkan terkadang masih tersisa.
Atep menuturkan, biogas menjadi solusi ganda bagi warga. Selain menjaga lingkungan dari ancaman pencemaran di hulu Sungai Cikapundung, inovasi ini turut memperkuat ekonomi keluarga melalui penghematan biaya energi sehari-hari.
Perjalanan kotoran sapi tidak berakhir setelah biogas dihasilkan karena sebagian limbah peternakan juga diolah menjadi pupuk kandang dan vermikompos, dengan kapasitas pengolahan sekitar 150 kilogram kotoran sapi per hari.
Pupuk organik tersebut telah melalui pengujian laboratorium Universitas Padjadjaran dan dimanfaatkan untuk budidaya bayam Jepang, selada romaine, kopi, serta digunakan mendukung penanaman saninten sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan.
Peternak mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik di fasilitas pengolahan limbah ternak di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sebagai bagian dari pemanfaatan limbah peternakan untuk menghasilkan produk bernilai guna sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. (ANTARA/Ilham Nugraha)
Pada lahan ujicoba yang dikembangkan, sekitar 100 tanaman selada romaine menghasilkan panen 15 kilogram, dengan potensi produksi hingga 50 kilogram.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 kilogram berpotensi dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, menghasilkan omzet Rp450.000 sekali panen atau Rp5,4 juta per tahun jika penjualan berlangsung setiap bulan.
“Dari sekitar 100 tanaman selada romaine, sekarang hasilnya sekitar 15 kilogram dan potensinya bisa sampai 50 kilogram. Kalau 30 kilogram terjual dengan harga Rp15.000 per kilogram, omzetnya bisa mencapai Rp450.000 sekali panen,” ujar Atep Suhendar.
Di sudut lain Desa Suntenjaya, program Nyaah ka Parahyangan yang didukung Pertamina membawa warna baru bagi para perempuan setempat. Sumiati dan 16 orang ibu lainnya berdaya bersama, mengubah susu segar menjadi ragam produk pangan bernilai jual tinggi.
Rutinitas harian mereka yang mulanya hanya berkutat pada pekerjaan rumah tangga, membantu suami di kebun atau kandang, serta mengantar anak sekolah, kini bertambah produktif. Pengolahan susu ini terbukti menjadi alternatif jitu untuk mendongkrak pendapatan ekonomi rumah tangga.
“Kami awalnya membuat permen susu, kemudian berkembang menjadi cheese stick dan cireng susu. Sekarang kami memproduksi sesuai pesanan,” ujar Sumiati.
Seorang anggota kelompok usaha perempuan menunjukkan produk olahan susu berupa cheese stick yang dikembangkan di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (ANTARA/Ilham Nugraha)
Pemasaran produk olahan susu ini mengandalkan sistem pre-order (PO). Dalam sebulan, kelompok tersebut mematok target penjualan sebanyak 100 toples cheese stick dengan harga Rp25.000 per toples.
Dapur produksi mereka pun kian efisien berkat pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar utama. Kendati demikian, mereka tetap menyiagakan LPG sebagai cadangan tatkala pasokan biogas habis. Alhasil, kegiatan ekonomi produktif ini sukses memberi warna baru bagi kehidupan warga: mengubah potensi desa menjadi sumber pundi-pundi rupiah di tangan para ibu.
Sejak 2022
Program Nyaah ka Parahyangan yang digulirkan Pertamina AFT Husein Sastranegara sejak 2022 merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mengintegrasikan pengolahan limbah, pengembangan energi terbarukan, pemberdayaan UMKM, sektor pertanian, hingga konservasi lingkungan.
Area Manager Communications, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan (atau nama pejabat bersangkutan), menjelaskan bahwa program tersebut melibatkan peternak dalam pengelolaan limbah guna menghasilkan energi alternatif melalui subprogram Nyaah ka Cai.
“Melalui Nyaah ka Cai, peternak mitra menyetorkan limbah peternakan sebagai bahan baku biogas. Kami mendorong regenerasi local hero, kemandirian kelompok, serta kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, merawat, dan menjaga aset bantuan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Warga merawat tanaman percobaan dengan menggunakan pupuk olahan dari limbah ternak di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan latar fasilitas panel surya bantuan dari Pertamina. (ANTARA/Ilham Nugraha)
Selain itu, Pertamina juga menyalurkan dukungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kilowatt-peak (kWp) yang dilengkapi baterai penyimpanan 10 kilowatt-hour (kWh). Fasilitas ini dimanfaatkan untuk menopang operasional unit produksi pupuk organik, pusat pembelajaran (learning center), hingga kegiatan UMKM.
Catatan Pertamina menunjukkan, program ini menyerap banyak tenaga kerja lokal: unit produksi pupuk organik Motekar melibatkan 23 orang, UMKM olahan susu 16 orang, dan Koperasi Buana Walatra Sejahtera sebanyak 24 orang. Dari sektor usaha yang berjalan, omzet bulanan yang tercatat meliputi UMKM olahan susu sebesar Rp3 juta–Rp4 juta, olahan kopi Rp5 juta–Rp10 juta, serta sektor pupuk dan kebun organik sekitar Rp3,5 juta per bulan.
Tak berhenti pada dampak ekonomi, program ini turut mendukung konservasi pohon saninten (Castanopsis argentea) melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman lokal. Pusat pembelajaran yang didirikan bahkan telah menyedot perhatian lebih dari 420 pengunjung yang berasal dari kalangan pelajar, akademisi, komunitas, hingga pelaku industri.
Reno meyakini, keberlanjutan dari seluruh inisiatif ini sangat bergantung pada kemandirian masyarakat dalam mengelola bisnis sekaligus merawat fasilitas yang telah diberikan.
Merawat hulu-hilir
Inovasi pengolahan limbah ternak di Suntenjaya kini menjadi tumpuan dalam merawat kawasan hulu Sungai Cikapundung. Selain menghidupkan ekonomi warga melalui biogas dan pupuk organik, langkah ini berdampak langsung pada pemulihan kualitas air sungai yang mengalir hingga ke kawasan hilir.
Pemulihan ini menjadi kabar baik setelah Cikapundung sempat tertekan. Data DLH Kota Bandung mencatat status sungai ini berada di kategori cemar sedang pada 2016 (indeks 5,17) dan kembali mendekati ambang batas tersebut pada 2021 (indeks 4,98).
Kabid PPKLH DLH Kota Bandung, Fiziarita, mengonfirmasi adanya tren positif tersebut.
“Secara umum, kualitas air Sungai Cikapundung menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi pada 2016 dan 2021. Namun, pengendalian pencemaran tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas air sungai tetap terjaga, baik di hulu maupun hilir,” tuturnya.
Perbaikan tersebut terlihat dari Indeks Pencemaran yang konsisten bertahan di status cemar ringan sejak 2022. Bahkan, angka indeks meluncur turun dari 4,46 pada 2024 menjadi 1,96 pada 2025. Meski fluktuasi masih terjadi, tren penurunan ini menandai arah perubahan yang positif bagi kesehatan lingkungan Cikapundung.
Peternak mengolah kotoran sapi melalui instalasi biodigester di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pengolahan limbah ternak ini menghasilkan biogas dan mendukung pemanfaatan pupuk organik untuk kegiatan pertanian. (ANTARA/Ilham Nugraha)
Apresiasi senada disampaikan Ketua Dewan Daerah WALHI Jawa Barat, Dedi Kurniawan. Ia menekankan pentingnya pengolahan limbah ternak di kawasan hulu guna melindungi ekosistem Sungai Cikapundung secara keseluruhan.
“Sangat penting ada pengolahan kotoran sapi di sana karena wilayah tersebut berada di kawasan aliran Sungai Cikapundung,” tegas Dedi.
Ia menambahkan, keberlanjutan gerakan ini membutuhkan dukungan berupa pendampingan masyarakat, kelengkapan fasilitas, serta edukasi lingkungan yang konsisten agar dampaknya kian optimal.
Dari Suntenjaya, limbah yang mulanya diabaikan kini menjelma menjadi sumber energi dan pundi-pundi rupiah. Lebih dari sekadar inovasi ekonomi lokal, upaya ini menjadi bukti nyata bahwa merawat hulu Sungai Cikapundung adalah tentang menjaga napas kehidupan masyarakat dari hulu hingga ke hilir.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan pemerintah memberikan kesempatan emas kepada generasi muda untuk memiliki ... [318] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan pemerintah memberikan kesempatan emas kepada generasi muda untuk memiliki hunian.
"Intinya pesan dari kami BP Tapera, ini merupakan kesempatan emas untuk para pemuda-pemudi segera memiliki rumah dengan seluruh keringanan yang sudah diberikan oleh pemerintah," ujar Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut Sid, perhatian dari Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran itu ke perumahan itu sangat tinggi. Kepemilikan rumah menjadi salah satu program prioritas. Oleh karena itu, bisa dilihat banyak sekali program terkait dengan sektor perumahan yang pemerintah hadir.
Salah satunya adalah melalui KPR subsidi, yang di tahun-tahun sebelumnya itu kuotanya terbatas, tetapi semenjak di pemerintahan Presiden Prabowo kuotanya berlimpah.
Selain itu pemerintah juga menghadirkan berbagai kemudahan lainnya seperti cicilannya ringan dengan suku bunga tidak berubah sampai lunas, bantuan dalam bentuk PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah), bantuan uang muka bagi yang mengambil KPR subsidi, dan kemudian banyak lagi termasuk juga premi asuransi ditanggung perbankan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) gratis dan sebagainya.
Kemudian saat ini pemerintah juga sudah menghadirkan opsi tenor KPR subsidi hingga 40 tahun dalam rangka memudahkan para pekerja muda yang baru memulai karirnya dengan gaji di awal karir untuk bisa mendapatkan KPR dengan cicilan ringan.
"Intinya apa? Ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat umum, khususnya bagi para pemuda-pemudi untuk dapat segera memiliki rumah di awal karirnya," kata Sid.
Hal senada juga disampaikan oleh Plt. Direktur Utama Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) Imelda Alini Pohan bahwa saat ini merupakan momentum bagi generasi muda untuk berani memiliki rumah.
"Saya bilang pemuda itu harus mandiri. Kita harus berani, berani menghadapi perubahan-perubahan, harus berani mengambil sikap. Salah satunya adalah mereka harus berani hidup mandiri. Hidup mandiri simbolnya apa? Pertama adalah mereka punya rumah. Jadi jangan tunggu lagi, ambil keberanian untuk memiliki rumah," katanya.
Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) mengungkapkan program tabungan uang muka atau down payment (DP) yakni Program NabungDP yang merupakan ... [371] url asal
Jakarta (ANTARA) - Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) mengungkapkan program tabungan uang muka atau down payment (DP) yakni Program NabungDP yang merupakan kolaborasi Perumnas dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membantu memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki hunian.
"Ini sebenarnya yang pertama spesial. Jadi ini yang pertama kali kita adakan tabungan DP dengan Perumnas dan BTN. Sebetulnya maksudnya ini adalah untuk membiasakan masyarakat untuk mulai memiliki rumah dengan cara mudah," ujar Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Imelda, selama ini tantangan yang dihadapi oleh masyarakat adalah mereka merasa kepemilikan rumah itu susah mulai dari harus mengumpulkan DP, harus cicilan yang tinggi, dan kadang-kadang susah untuk disetujui oleh bank. Dengan adanya Program NabungDP ini, masyarakat dilatih dari sekarang sambil menunggu huniannya selesai terbangun, mereka disiapkan untuk disiplin menabung uang muka rumah.
"Nanti bank juga melihat mereka, di mana selama berapa bulan mereka tertib membayar tabungan DP, seperti halnya cicilan. Nanti pada saat nanti dia disetujui oleh bank, di masa tertentu itu mereka sudah terlihat, maka ini lebih gampang disetujui oleh bank untuk KPR-nya. Dan uang yang mereka tabung itu atas nama pribadi, sehingga aman. Nanti bisa dipakai untuk mengurangi cicilan mereka," katanya.
Imelda juga mengatakan bahwa Program NabungDP ini juga dapat membantu masyarakat, terutama generasi muda yang bekerja di sektor informal yang tidak memiliki slip gaji.
"Dengan adanya Program NabungDP ini, itu mereka (pekerja informal) dilihat oleh bank. Mereka membuka rekening di bank dan kemudian bank akan melihat setiap bulannya bahwa pekerja itu disiplin membayar atau menabung misalnya, biasanya bank melihatnya minimal 6 bulan. Kalau dalam setahun pekerja informal tersebut bisa terus menabung DP setiap bulannya maka itu menunjukkan bahwa ada konsistensi sehingga bank akan jauh lebih cepat menyetujuinya ketika pekerja tersebut mengajukan (KPR)," katanya.
Sedangkan untuk masyarakat dan pekerja muda yang sudah memiliki rumah maka Program NabungDP ini bisa menjadi tabungan yang kelak bisa digunakan sebagai DP untuk rumah mereka berikutnya.
"Jadi suatu cara sebenarnya supaya masyarakat mulai bergerak. Langsung aja tabung di bank BTN, bekerja sama dengan Perumnas, nanti begitu tabungan uang mukanya sudah tercapai, mereka langsung bisa akad kredit dan beli rumah Perumnas," kata Imelda.
Di darat, minyak mentah diolah menjadi ragam produk bahan bakar. Namun, jauh sebelum tiba di kilang, cairan berharga itu lebih dahulu hinggap di fasilitas ... [1,852] url asal
Dari hulu ke hilir, kami ini pendukung awalnya. Ketika kapal tidak bisa disandarkan, otomatis tidak ada pembongkaran di sisi kilang, sehingga produksi bisa terdampak
Indramayu (ANTARA) - Di darat, minyak mentah diolah menjadi ragam produk bahan bakar. Namun, jauh sebelum tiba di kilang, cairan berharga itu lebih dahulu hinggap di fasilitas terapung tengah laut, area yang kerap luput dari amatan orang awam.
Di tengah laut inilah sosok Maman Suherman menjalani rutinitas, seperti pada Kamis (22/10) siang, saat terik matahari di kawasan pesisir terasa menyengat kulit hingga keringatnya mengalir deras. Namun, sorot matanya tetap tajam tertuju ke arah perairan lepas.
Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 13.34 WIB, ia bersiap mengarungi laut. Maman hendak melihat dari dekat kondisi Single Point Mooring (SPM), simpul vital yang mengalirkan energi untuk Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat.
“Kapal mulai bergerak, menuju SPM 35.000 (deadweight tonnage/DWT). Bergerak perlahan meninggalkan jetty,” tuturnya, saat berkomunikasi dengan petugas pelabuhan memakai telepon kabel berwarna hitam.
Lelaki paruh baya berusia 57 tahun, asal Kuningan, Jawa Barat, itu duduk di kursi kemudi, mengarahkan pandangan ke depan sembari mengendalikan tuas dan memantau panel navigasi.
Kapal yang dikemudikannya bernama Transko Dara 3218. Kapal tunda (tugboat) milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan tonase kotor 465 GT.
Kapal tersebut dilengkapi sistem azimuth stern drive (ASD), yang memungkinkan unit pendorongnya berputar hingga 360 derajat. Kemampuan ini membuat kapal lebih lincah bermanuver di perairan terbatas, terutama saat membantu kapal tanker bersandar maupun meninggalkan tambatan.
Selain membantu pergerakan kapal tanker, Transko Dara 3218 digunakan untuk mengangkut personel menuju fasilitas lepas pantai. Misalnya saat petugas perlu menjangkau SPM.
Kapal PIS Cinta saat berada di kawasan Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.
Perlahan, kapal tunda yang dikemudikan Maman menjauh dari kawasan pelabuhan. Bentangan laut semakin terbuka, sementara aktivitas di sekitar dermaga tampak mengecil seiring bertambahnya jarak.
Di antara rutinitas di kawasan tersebut, kapal tanker PIS Cinta dengan kapasitas 2.000 metrik ton terlihat bersandar di jetty. Kapal itu tengah melakukan pemuatan avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan. Sementara pelayaran Maman berlanjut menuju fasilitas SPM.
Sebelum mendekati SPM, kapal tunda dapat bergerak menuju area labuh siaga yang berjarak sekitar 10-15 mil laut dari fasilitas tersebut. Dari titik itu, pergerakan kapal menyesuaikan kebutuhan operasional dan kondisi di perairan.
Para pelaut ulung
Di balik kemudi kapal tunda, ada pengalaman panjang yang menempa Maman selama belasan tahun berkarier di dunia maritim. Ia menimba ilmu di bidang tersebut hingga berhasil menyabet predikat master mariner.
Kepada ANTARA, ia bercerita bahwa gelar tersebut merepresentasikan puncak pencapaian tertinggi bagi seorang profesional di industri pelayaran niaga.
Lisensi bergengsi ini, memberikan legitimasi mutlak bagi pemegangnya untuk mengemban tanggung jawab sebagai nakhoda dalam memimpin dan mengoperasikan berbagai jenis kapal di lautan lepas, tanpa terikat oleh batasan tonase maupun ukuran kapal.
“Jadi sertifikasi master mariner artinya, kita bisa disebut kapten dan bisa mengemudikan semua jenis kapal,” ujarnya.
Menariknya, Maman merupakan sosok pionir yang mengantongi sertifikasi tersebut di perusahan tempatnya bertugas sekarang.
Tak mengherankan, kalau ia telah mengarungi berbagai perairan Nusantara, mengikuti kegiatan survei seismik serta eksplorasi minyak dan gas (migas), sampai menjalani pelayaran internasional hingga Sri Lanka.
Pengalaman tersebut membentuk kecakapannya mengendalikan kapal dalam beragam kondisi perairan.
Ia pernah menghadapi gelombang setinggi delapan meter di Blok Masela, Laut Arafura, situasi yang menuntut ketenangan sekaligus ketepatan dalam mengambil keputusan.
Maman memiliki pembawaan yang ramah, humoris, dan apa adanya, membuat percakapan di atas kapal yang biasanya kaku mendadak cair penuh gelak tawa.
Kapten Kapal Transko Dara 3218 Maman Suherman (tengah) saat mengemudikan kapal tunda di perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-PTK.
Bertugas enam bulan di tengah laut membuat Maman Suherman harus merelakan banyak momen penting bersama keluarga, mulai dari Lebaran di atas kapal hingga melewatkan proses persalinan sang istri.
Meski demikian, ayah tiga anak ini tetap tersenyum. "Biasa saja, tidak pulang karena sedang bertugas di laut," tuturnya kepada ANTARA.
Sejatinya, masa tugas pelaut asal kaki Gunung Ciremai ini telah berakhir pada 1 Oktober 2026. Namun, demi mengawal pasokan energi dan karena belum ada nakhoda pengganti, ia rela memperpanjang masa tugasnya. Di balik raut wajahnya yang lelah, Maman tetap menjalankan tanggung jawab tersebut dengan penuh keteguhan.
Rutinitas
Di balik koordinasi dari anjungan, terdapat pekerjaan awak kapal yang memastikan setiap kebutuhan operasional terpenuhi, termasuk pemeriksaan perlengkapan, kesiapan personel, dan komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Jika Kapten Maman menguasai olah gerak di anjungan, maka roda operasional harian di geladak dikendalikan oleh Sri Hardoko, Chief Officer Transko Dara 3218. Pria asal Klaten, Jawa Tengah, tersebut sudah berkarier di dunia pelayaran sejak 1999.
Saat berbincang dengan ANTARA, Hardoko tahu betul bagaimana menerjemahkan komando nakhoda, menjadi tindakan yang presisi di lapangan.
Sebagai orang kedua dalam struktur komando, tugasnya merentang dari urusan navigasi, kelaiklautan, hingga memantau kesiapan awak kapal dan selang muat bersama para juru selang (hose man) yang bertugas memasang sambungan selang ke manifold untuk mengalirkan air balas serta memastikan nihilnya kebocoran.
Dinamika harian Hardoko adalah potret ketekunan yang senyap. Ia terbiasa menghadapi siklus enam bulan pelayaran sebelum berkesempatan pulang menengok tanah kelahirannya.
Di tengah hamparan air asin, hari-harinya diisi koordinasi ketat untuk memastikan distribusi energi dari satu titik ke titik lainnya berjalan tanpa cela.
Seluruh aktivitas di atas kapalnya pun diatur secara ketat di bawah prosedur keselamatan kerja (SafetyFirst). Aturan mutlak seperti larangan merokok pun diterapkan.
Kapal ini memiliki panel kontrol sistem pemadam kebakaran, dengan indikator tombol merah dan hijau yang selalu disiagakan di dalam anjungan kapal.
Pada umumnya kapal tunda memiliki susunan awak tersendiri. Setiap kapal diawaki sembilan hingga sepuluh orang, yang bertugas di bagian dek dan mesin. Hal ini pun berlaku untuk Transko Dara 3218.
Jadwal jaga disusun dalam pergantian sif, termasuk pola 12 jam atau tiga sif sehari, untuk mengurangi kelelahan selama operasi.
Dalam rentang itu, mereka harus menjaga kesiapan kapal dan menjalankan tugas sesuai kebutuhan operasional.
“Untuk istirahat, kami mengandalkan enam kamar tidur yang dilengkapi pendingin udara. Untuk makan juga aman, logistik kapal selalu terpenuhi,” katanya.
Hardoko dan Maman berbagi ruang hidup yang sama dengan awak kapal lainnya. Di sela-sela mengawal distribusi energi atau bernostalgia mengenang pengalaman berlayar di berbagai lautan lepas, mereka punya cara tersendiri untuk melepas penat.
Rutinitas sederhana seperti menikmati secangkir kopi hangat, bermain kartu gaple, menonton televisi, atau sekadar memainkan gawai saat sinyal tertangkap di kamar geladak menjadi pelipur lara di tengah lautan.
Selain mencari penghidupan, ia menilai bertugas di laut sudah seperti rumah tempat merawat bakti. Dirinya rela berada di garis terdepan, mempertaruhkan rindu demi memastikan aktivitas dalam pasokan energi berjalan lancar.
“Banyak pengalaman berkesan, karena pernah berlayar ke beberapa perairan Nusantara,” ucapnya, mengakhiri perbincangan.
Sesampainya di laut lepas, Transko Dara 3218 merapat di dekat fasilitas SPM yang tampak mencolok di tengah birunya perairan.
Fasilitas SPM di perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.
Keberadaan SPM ini menjadi salah satu urat nadi logistik migas, karena fungsinya sebagai fasilitas tambat kapal untuk bongkar muat minyak mentah dari kapal tanker sebelum dialirkan melalui jaringan pipa bawah laut menuju daratan.
Lebih dari sekadar pelampung tambat biasa, infrastruktur ini menjawab tantangan produksi minyak mentah domestik yang terus meningkat namun memiliki batasan kapasitas olah di Kilang Balongan.
Di lepas pantai Balongan, terdapat tiga unit SPM, mulai dari kapasitas 165.000 DWT untuk kapal tanker minyak mentah, 35.000 DWT untuk nafta dan minyak ringan, hingga 17.500 DWT untuk produk lainnya.
Setelah seluruh rangkaian peninjauan tersebut tuntas dilaksanakan, kapal tunda yang dikemudikan Maman perlahan memutar haluan.
Mesin kembali menderu, memecah buih gelombang untuk mengarahkan pelayaran pulang kembali menuju pangkalan pelabuhan.
Tak berselang lama, kapal tersebut berlabuh. Lambungnya yang merah menyala dibalut ban-ban karet besar sebagai perisai benturan, lengkap tertera nomor registrasi IMO 9913482 menjadi salah satu pelengkap dalam lanskap fasilitas jetty di Kilang Balongan.
Di atas anjuran buritan kapal tersebut, para anak buah kapal berbaris rapi, siap menyambut dinamika tugas harian berikutnya.
Juru parkir di laut
Tak ada marka putih, karcis, apalagi peluit untuk memberi aba-aba mundur. Namun, di perairan Balongan, kapal tanker berukuran besar tetap harus menempati posisi tepat sebelum membongkar muatan.
Di sinilah peran “juru parkir” laut bekerja. Kapal berbobot besar dengan manuver terbatas harus diarahkan secara cermat untuk menghindari risiko operasional.
Maka dari itu, di terminal khusus Kilang Balongan terdapat layanan kelautan dan kepelabuhanan yang menghubungkan kapal dengan fasilitas penerimaan maupun penyaluran produk.
Pasokan dari kawasan ini disalurkan terutama ke Jakarta, Jawa Barat, Banten, Pontianak, Banjarmasin, hingga sejumlah wilayah di Indonesia timur.
Aktivitas tersebut berjalan sepanjang hari. Dalam periode Januari hingga September 2026, kegiatan kapal yang tercatat mencapai 337 kunjungan atau rata-rata 40-45 kunjungan per bulan.
Port Supervisor II Port Balongan PTK Rema Prajanto menjelaskan, pelayanan dimulai dari penerimaan informasi kedatangan melalui radio, pencatatan laporan, hingga penentuan lokasi labuh dan fasilitas yang digunakan.
Setelah jadwal ditetapkan, awak kapal tunda, petugas tambat atau mooring gang, serta hose man disiapkan untuk membantu proses penyandaran.
Petugas memasang tali tambat, kemudian menghubungkan selang kargo dengan fasilitas penerima atau penyalur. Posisi manifold kapal harus sejajar dengan titik sambungan agar pemindahan produk berlangsung sesuai prosedur.
Selain operasional lapangan, terdapat pula fungsi keagenan yang mengurus dokumen kapal berupa Surat Persetujuan Berlayar (SPB), melakukan koordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP), serta pemeriksaan sertifikat kapal dan awak.
Petugas saat berada di Kawasan Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.
Menurut Rema, ketepatan pelayanan berpengaruh terhadap kelangsungan operasi kilang berkapasitas 150.000 barel per hari di Indramayu. Keterlambatan penyandaran dapat menunda pembongkaran muatan dan mengganggu pasokan.
“Dari hulu ke hilir, kami ini pendukung awalnya. Ketika kapal tidak bisa disandarkan, otomatis tidak ada pembongkaran di sisi kilang, sehingga produksi bisa terdampak,” ujarnya.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, PTK mengoperasikan 12 kapal tunda. Sebanyak delapan kapal melayani Refinery Unit (RU) Balongan, sedangkan empat lainnya mendukung Integrated Terminal Balongan. Operasional darat juga melibatkan 130 tenaga alih daya.
Kelancaran
Marine Terminal Safety Inspector PTK Handri Setiawan mengatakan, pemeriksaan keselamatan dilakukan sebelum kegiatan bongkar muat dimulai.
Petugas memeriksa kapal dan fasilitas darat melalui daftar periksa keselamatan yang mengacu pada International Safety Guide for Oil Tankers and Terminals (ISGOTT). Pemeriksaan kemudian diulang setiap dua atau empat jam sesuai kesepakatan.
Sementara itu, petugas pandu membantu nakhoda menentukan jalur dan mendukung proses kapal bersandar maupun bertolak. Keputusan akhir tetap berada di tangan sang kapten.
Di perairan Balongan, risiko tumpahan minyak pun perlu diantisipasi melalui kesiapan personel dan peralatan tanggap darurat.
Oil Spill Response & Marine Compliance PTK Mohamad Faried Ma’ruf menyebutkan, peralatan yang tersedia meliputi oil boom untuk membatasi penyebaran, oil skimmer untuk mengangkat minyak, serta oil sorbent pad guna menyerap tumpahan kecil.
Penanganan diawali dengan mengidentifikasi sumber dan menghentikan kebocoran. Metode dipilih berdasarkan jenis serta volume minyak dan kondisi perairan. Penggunaan bahan seperti dispersant dibatasi untuk perairan dengan kedalaman minimal 22 meter.
Faried mengatakan, laporan insiden diverifikasi sebelum personel dan peralatan dikerahkan. Jika kemampuan setempat tidak mencukupi, penanganan dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan sesuai skala kedaruratan.
Menurut dia, selama sekitar 10 tahun terakhir tidak terjadi tumpahan besar di wilayah tersebut. Pengalaman insiden besar pada 2008 menjadi pelajaran untuk menjaga kesiapan peralatan, material, personel, dan prosedur penanganan.
Sekelumit aktivitas di perairan Balongan menunjukkan setiap tanker yang bersandar membawa cerita tentang kecakapan nakhoda hingga kerja senyap para personel, yang memastikan muatan tiba dengan aman, risiko terkendali, dan pasokan energi tetap berjalan.
Sulawesi Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan menawarkan 43 proyek potensial ... [336] url asal
Makassar (ANTARA) - Sulawesi Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan menawarkan 43 proyek potensial kepada investor dalam dan luar negeri.
"Kegiatan ini memperkuat promosi investasi dan perdagangan antarwilayah melalui kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Makassar," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Rizki Ernasi Wimanda di Makassar, Rabu (28/10).
Kegiatan ini mengusung tema Advancing Sulampua's Potential: From Regional Strengths to Global Value Chains menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk unggulan daerah, serta membangun jejaring bisnis yang lebih luas.
Rizki mengatakan penguatan promosi investasi dan perdagangan dilakukan untuk mendorong kerja sama yang berdampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Upaya tersebut diarahkan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, serta mitra perdagangan dalam rangka mempercepat realisasi investasi dan memperluas peluang ekspor produk unggulan.
Rizki menjelaskan, penguatan kegiatan tersebut dilakukan melalui tiga langkah strategis. Pertama, pemetaan potensi proyek investasi dan UMKM unggulan secara lebih terintegrasi.
Kedua, penguatan kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk lembaga keuangan dan pembiayaan, untuk mendukung penyiapan proyek investasi serta pengembangan skema pembiayaan.
Ketiga, penguatan promosi dan fasilitasi bisnis melalui market sounding, business matching, dan pendampingan guna mendorong realisasi investasi maupun transaksi perdagangan.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga investasi dan pembiayaan, pemilik proyek, pelaku UMKM, investor, hingga mitra perdagangan domestik dan internasional.
Rangkaian acara mencakup promosi proyek investasi dan produk unggulan, pertemuan bisnis, empat sesi diskusi (talkshow), serta kunjungan langsung ke lokasi investasi atau investment site visit.
Sementara itu, dari sisi perdagangan pada kegiatan SIBF 2026, pengembangan UMKM telah menghasilkan komitmen ekspor senilai Rp450 miliar melalui kemitraan 31 UMKM dengan 44 pembeli (buyer) dari 20 negara.
UMKM yang terlibat berasal dari empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
investor dan pelaku UMKM membahas bentuk komitmen kerja sama pada kegiatan Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 di Makassar, Rabu (28/10/2026). ANTARA/ Suriani Mappong
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mengintruksikan agar dilakukan pencegahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Nias, Sumut, ... [335] url asal
Sekarang ini kan karena ada beberapa pekerjaan infrastruktur, baik milik pemerintah provinsi maupun Kementerian PU (Pekerjaan Umum), sehingga kendaraan retribusinya jadi kurang. Ada pembatasan tonase
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mengintruksikan agar dilakukan pencegahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Nias, Sumut, menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
"Ya, tadi sampai di Bandara (Binaka Gunungsitoli) langsung diajak melihat ke sini. Kita juga mau lihat antisipasi potensi Natal dan Tahun Baru," ujar Bobby mengawali agenda Berkantor di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Rabu.
Gubernur mengaku, dirinya beserta rombongan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut telah mengunjungi PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli.
Langkah ini memastikan kesiapan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli menyediakan di lima kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, Sumatera Utara menghadapi akhir tahun.
Sebab, saat ini proses distribusi BBM di Kepulauan Nias mengalami pengurangan karena pembatasan tonase mobil tangki akibat proyek infrastruktur yang sedang berlangsung.
"Sekarang ini kan karena ada beberapa pekerjaan infrastruktur, baik milik pemerintah provinsi maupun Kementerian PU (Pekerjaan Umum), sehingga kendaraan retribusinya jadi kurang. Ada pembatasan tonase," ucap Bobby.
Selain murni disebabkan pembatasan tonase, lanjut dia, juga akibat bencana tanah longsor di Kepulauan Nias, sehingga proses distribusi BBM mengalami gangguan.
"Enggak (Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, red). Ini hanya ada pengerjaan ya, pengerjaan jembatan penghubung utama yang sekarang kita kerjakan. Kedua karena longsor, sehingga tonase yang bisa dilewati dibatasi," tutur Bobby.
Ia juga berharap, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli melakukan langkah alternatif sementara agar pendistribusian BBM di Kepulauan Nias tidak terganggu.
"Kita harap ada penanganan permanennya, tapi untuk Natal dan Tahun Baru Nataru ini. Paling tidak ada penanganan sementaranya," tegas Bobby.
Gubernur mengatakan, dirinya sudah berkordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli agar bisa tonase BBM bisa kembali normal seperti semula.
"Harapan kita mudah-mudahan, secepat-cepatnya menghadapi Natal dan Tahun Baru di November ini kendaraan normal. Agar bisa kembali optimal mendistribusikan ke SPBU-SPBU," papar Bobby.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi menjadi premium karena ... [500] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi menjadi premium karena merugikan masyarakat miskin yang menjadi sasaran program pemerintah.
"Ini adalah (perbuatan) amoral, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini (beras SPHP) adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, (tetapi) ini dioplos, dirampok ini," kata Amran dalam sidak oplos beras SPHP jadi premium di Jakarta, Rabu (28/10).
Kecaman itu disampaikan Amran atas dugaan praktik pengoplosan beras SPHP bersubsidi yang diduga diubah menjadi beras premium saat meninjau Toko Beras Kayumanis di kawasan Jakarta Timur.
Mentan menyebut tindakan tersebut tidak memiliki kemanusiaan karena beras bersubsidi merupakan bantuan pemerintah untuk menjaga akses pangan masyarakat berpenghasilan rendah agar memperoleh harga yang terjangkau.
Menurut dia, beras SPHP menjadi instrumen pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga penyalahgunaan komoditas tersebut mencederai kepentingan masyarakat yang membutuhkan perlindungan pangan.
Amran mengatakan beras bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat ekonomi terbawah, termasuk penerima manfaat dari kelompok desil satu hingga lima yang membutuhkan akses pangan terjangkau.
Ia menjelaskan beras SPHP yang seharusnya dijual Rp12.500 per kilogram diduga dibongkar dan dipasarkan sebagai beras premium dengan harga sekitar Rp17.000 per kilogram. Amran menyebut pemerintah memberikan subsidi terhadap beras SPHP sebesar Rp6.000 per kilogram.
Karena itu, dia menegaskan praktik tersebut tidak hanya berpotensi merugikan masyarakat penerima manfaat, tetapi juga mengganggu upaya pemerintah menjaga kestabilan harga beras nasional.
Ia menegaskan pemerintah bekerja keras meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketersediaan beras, terutama ketika dunia menghadapi tantangan krisis pangan, energi, dan air.
Menurut Amran, penyalahgunaan beras negara merupakan tindakan yang mengkhianati perjuangan petani dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Ia menyampaikan dugaan praktik tersebut perlu ditindak tegas agar program subsidi pangan tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
"Tahu? beras itu vital. Ingat kalau krisis pangan itu (bisa) berdampak pada krisis politik dan konflik sosial terjadi. Ini sabotase ini. Dia (mafia pangan) inginkan kita ini ribut. Jadi, yang inilah yang mengangkat harga (beras di pasar mahal)," ucapnya.
Amran meminta aparat penegak hukum memastikan pelaku bertanggung jawab sehingga beras SPHP tetap menjadi instrumen perlindungan masyarakat dan tidak disalahgunakan untuk keuntungan kelompok tertentu.
Adapun Mentan) melakukan inspeksi mendadak di dua lokasi dugaan praktik pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium di Jakarta Timur, guna menjaga tata niaga perberasan.
Pada lokasi pertama di Toko atau Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X, Matraman, Amran menemukan dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi yang dipasarkan kembali sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi sebanyak 600 ton.
Setelah dari Kayumanis, Amran bersama jajaran Polri melanjutkan inspeksi mendadak ke kawasan Pasar Induk Beras Cipinang
Atas hal itu, Mentan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilan institusi itu mengungkap praktik culas pengoplosan beras bersubsidi program SPHP menjadi premium.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolri dan Kabareskrim, Pak Kapolda. Kami ucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia 160 juta jiwa dan petani padi 115 juta jiwa," katanya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pengungkapan dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi premium ... [458] url asal
Sudah jelas ada mafia pangan ya. Sudah clear ada mafia. (Tapi) ini masih sempat bertanya, tulis cepat mafianya sudah ketemu,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pengungkapan dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi premium sebagai momentum memperkuat pemberantasan mafia pangan di Indonesia.
Menurut Mentan, pemerintah memiliki kesempatan besar memberantas jaringan mafia pangan karena kondisi produksi beras nasional saat ini semakin kuat dan pasokan tersedia.
"Sudah jelas ada mafia pangan ya. Sudah clear ada mafia. (Tapi) ini masih sempat bertanya, tulis cepat mafianya sudah ketemu," kata Mentan saat sidak di Toko/Rumah Beras Kayumanis di Jalan Kayumanis X No.46A RT 07 RW 01 Pisangan Baru Matraman Jakarta Timur, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut sambil menunjukkan beras dengan klaim premium kepada awak media yang mengikuti sidak, yang diduga berasal dari praktik pengoplosan beras SPHP bersubsidi.
Ia menilai keberadaan pelaku yang memanfaatkan beras bersubsidi untuk keuntungan pribadi harus dihentikan karena merugikan negara dan masyarakat.
Menurut Amran, pemerintah tidak boleh membiarkan pihak tertentu mencari keuntungan dari program pangan yang dirancang untuk menjaga kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan, dukungan Presiden serta jajaran kepolisian menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pengungkapan praktik penyimpangan sektor pangan nasional.
Amran mengapresiasi langkah jajaran Polri melalui Polres Jakarta Timur dan jajaran Intelijen Keamanan (Intelkam) yang bergerak cepat menemukan dugaan penyalahgunaan beras SPHP tersebut.
"Terkhusus Pak Kapolri, kami mewakili petani Indonesia, 115 juta petani padi, itu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ini kerja nyata yang kita lakukan dan hasil kolaborasi atas perintah Bapak Presiden. Ini (oplos beras) adalah perilaku yang tidak terpuji," ujarnya.
Ia berharap pengusutan kasus tidak hanya berhenti pada lokasi temuan, tetapi mampu mengungkap jaringan yang lebih luas dalam praktik mafia pangan.
Amran menegaskan, pemerintah akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) untuk membersihkan sektor pangan dari tindakan yang merugikan masyarakat.
Ia mengatakan, ketahanan pangan nasional harus dijaga bersama karena pangan merupakan kebutuhan strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas sosial masyarakat.
Amran menegaskan, pemberantasan mafia pangan menjadi komitmen pemerintah agar masyarakat memperoleh pangan berkualitas dengan harga wajar dan program subsidi tepat sasaran.
Mentan melakukan inspeksi mendadak di dua lokasi dugaan praktik pengoplosan beras program SPHP menjadi beras premium di Jakarta Timur, guna menjaga tata niaga perberasan.
Pada lokasi pertama di Toko atau Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X, Matraman, Amran menemukan dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi yang dipasarkan kembali sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi sebanyak 600 ton.
Setelah dari Kayumanis, Amran bersama jajaran Polri melanjutkan inspeksi mendadak ke kawasan Pasar Induk Beras Cipinang untuk menelusuri dugaan praktik serupa.
Di lokasi ini, Amran menduga praktik pengoplosan di kawasan Pasar Induk Beras Cipinang berlangsung dalam skala besar dengan volume yang berpotensi mencapai ribuan ton apabila dilakukan secara berulang setiap hari.