Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merencanakan penyediaan beasiswa jenjang sarjana (S1) bagi masyarakat lokal di kawasan ... [432] url asal
Batam (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merencanakan penyediaan beasiswa jenjang sarjana (S1) bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi Barelang (Batam–Rempang–Galang), Batam, Kepulauan Riau, untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) daerah tersebut dalam mengisi kebutuhan tenaga kerja industri.
Iftitah mengatakan pemerintah juga membuka peluang rencana perluasan akses pendidikan tinggi hingga jenjang magister (S2) melalui pengembangan pembangunan Kampus Patriot dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi nasional.
"S1-nya nanti kita buka dengan beasiswa untuk yang masyarakat lokal," kata Iftitah seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dikonfirmasi Minggu.
Ia menjelaskan rencana tersebut diarahkan agar masyarakat setempat dapat mengikuti pendidikan tinggi tanpa harus berpergian jauh meninggalkan kawasan tempat tinggalnya.
Perguruan tinggi yang disebut berpotensi terlibat dalam pengembangan kegiatan pendidikan di kawasan tersebut antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip).
"Kami juga tidak ingin masyarakat lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar," ujarnya.
Iftitah mengatakan fasilitas berupa bangunan modular telah tersedia di kawasan transmigrasi Barelang dan digunakan oleh peserta kegiatan akademik dari Jerman selama lebih dari satu minggu.
Kegiatan tersebut melibatkan 20 mahasiswa dan tiga staf dari Technical University of Munich (TUM), Jerman, yang bersama Undip mengikuti pembelajaran serta pengamatan lapangan mengenai pengembangan kawasan transmigrasi.
Meski fasilitas tersebut telah digunakan untuk kegiatan akademik, Iftitah belum merinci waktu dimulainya perkuliahan reguler melalui Kampus Patriot, kuota beasiswa S1 bagi warga Barelang, maupun mekanisme penerimaan mahasiswanya.
Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi telah mengumumkan rencana penyelenggaraan Beasiswa Patriot jenjang S2 melalui kerja sama dengan perguruan tinggi nasional, dengan kegiatan pembelajaran yang dirancang berlangsung di kawasan transmigrasi.
Iftitah menegaskan pengembangan pendidikan tinggi tersebut bertujuan mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan peningkatan keterampilan masyarakat lokal.
"Kementerian Transmigrasi menjembatani antara dunia usaha dengan dunia pendidikan supaya pendidikan yang mereka sekolah ini berdampak kepada masyarakat," ucapnya.
Menurut dia, penyiapan sumber daya manusia perlu dilakukan seiring pengembangan investasi dan industri di Batam agar penduduk setempat memiliki kesempatan mengisi berbagai posisi pekerjaan.
Melalui pendidikan tinggi, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya bekerja pada tingkat dasar, tetapi juga dapat menempati posisi tenaga profesional hingga manajerial.
Iftitah mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat transmigrasi lokal memperoleh manfaat langsung dari pengembangan ekonomi wilayahnya.
Ia menambahkan, apabila pengembangan pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan industri di Barelang berhasil, pendekatan serupa dapat diterapkan di kawasan transmigrasi lainnya.
"Kalau ini sukses, Insya Allah sebagai pilot project-nya, kita akan kembangkan di seluruh wilayah Indonesia," tutur Iftitah.
Salah satu wilayah yang dicontohkannya ialah Mamuju, Sulawesi Barat, yang memiliki rencana pengembangan pertambangan dan membutuhkan penyiapan sumber daya manusia sesuai potensi daerah.
Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali menjadi pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ... [335] url asal
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali menjadi pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan semikonduktor melalui penguatan kerja sama Indonesia–China.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon mengatakan KEK Kura-Kura Bali menjadi salah satu kawasan strategis untuk mengembangkan kolaborasi di bidang teknologi dan industri.
“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” ujar Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan kerja sama Indonesia-China ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, dan kapasitas industri nasional.
Di KEK Kura-Kura Bali, TSEA telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University.
Ke depan, kawasan tersebut dipersiapkan untuk menindaklanjuti program di bidang AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.
Pengembangan ekosistem teknologi itu juga didukung oleh kehadiran investor China di berbagai KEK di Indonesia.
Pada triwulan II-2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK merupakan perusahaan asal China.
Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare.
Kawasan-kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dolar AS, melibatkan 481 badan usaha, dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja.
Untuk memperkuat kemitraan industri, pemerintah juga mendorong kerja sama melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menghubungkan potensi sumber daya dan pasar Indonesia dengan kapasitas investasi, teknologi, dan industri Tiongkok.
Melalui skema tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan proyek industri yang lebih konkret dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Sementara itu, hingga semester I 2026, KEK Kura-Kura Bali mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,8 triliun dengan penyerapan 2.173 tenaga kerja.
Di tengah upaya mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan, jelantah menjadi bahan baku alternatif yang menarik untuk dikembangkan. Bahan yang ... [1,279] url asal
Di tengah upaya mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan, jelantah menjadi bahan baku alternatif yang menarik untuk dikembangkan
Cilacap (ANTARA) - Di tengah upaya mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan, jelantah menjadi bahan baku alternatif yang menarik untuk dikembangkan. Bahan yang sebelumnya sekadar jadi limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, termasuk sebagai bahan bakar untuk sektor penerbangan.
Peluang itu dikembangkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui serangkaian uji coba produksi SAF dan persiapan pembangunan fasilitas pengolahan berbasis bahan baku terbarukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan bahan baku alternatif sekaligus mendukung transisi energi.
Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Agustiawan mengatakan pengembangan sustanaible aviation fuel (SAF) merupakan proses panjang yang memerlukan kesiapan teknologi, pasokan bahan baku, dan pasar.
Perjalanan tersebut telah dimulai sejak Desember 2020 melalui uji coba produksi SAF dengan metode co-processing, yakni mengolah bahan baku terbarukan bersama bahan baku konvensional dalam fasilitas pengolahan yang tersedia.
Pada tahap awal, Pertamina melakukan uji coba dengan menyuntikkan Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) sebesar dua persen menggunakan katalis Pertamina. Uji coba kedua pada Februari 2021 meningkatkan persentase injeksi RBDPKO menjadi 2,4 persen.
Tahapan itu menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan dengan memanfaatkan bahan baku alternatif. Pengujian tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut pada pembuktian penggunaan bahan bakar dalam penerbangan.
Pada Oktober 2021, SAF digunakan dalam uji terbang pesawat CN235 pada rute Bandung-Jakarta. Pengembangan kemudian berlanjut pada 2023 melalui pengujian penerbangan komersial menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800NG pada rute pulang-pergi Jakarta-Solo.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SAF mencakup sejumlah tahapan yang saling berkaitan. Selain kemampuan mengolah bahan baku, produsen perlu memastikan bahan bakar memenuhi persyaratan yang dibutuhkan sebelum digunakan dalam sektor penerbangan.
Pada 2024, Pertamina mengembangkan produksi SAF berbahan baku used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah. Pengembangan tersebut disertai perubahan katalis dengan formulasi dari Teknologi Informasi Pertamina serta sertifikasi ISCC CORSIA yang berkaitan dengan standar keberlanjutan bahan bakar penerbangan.
Dari limbah
Pemanfaatan jelantah membuka peluang untuk mengubah bahan yang sebelumnya dipandang sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Namun, pengolahannya membutuhkan sistem pengumpulan, penanganan, dan pengendalian kualitas agar bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan perusahaan dalam menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.
“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” ujar Kitty.
Menurut dia, pemanfaatan UCO dalam pengembangan SAF juga membuka peluang untuk memasukkan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah ke dalam rantai nilai energi.
Langkah tersebut sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular, yakni memaksimalkan pemanfaatan sumber daya agar memiliki nilai tambah dan mengurangi potensi limbah. Dalam konteks energi penerbangan, jelantah menjadi salah satu alternatif bahan baku yang dapat dikembangkan untuk mendukung produksi bahan bakar berkelanjutan.
Meskipun demikian, ketersediaan dan kualitas bahan baku tetap menjadi faktor penting. Produksi SAF dalam skala industri membutuhkan pasokan yang terjaga, baik dari sisi volume maupun mutu, sehingga pengembangan teknologi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem pengadaan.
Pertamina merencanakan pengembangan rantai pasok melalui pelibatan masyarakat dengan skema bisnis ke konsumen. Pada saat yang sama, pengadaan bahan baku melalui skema bisnis ke bisnis dipersiapkan untuk menjaga kepastian pasokan.
Rencana kerja sama tersebut melibatkan sejumlah pihak, antara lain Sumitomo, Badan Gizi Nasional, Noovoleum, GAPULIMGI, GML, dan Kementerian Koperasi. Pertamina juga mencantumkan kerja sama penjualan melalui sales and purchase agreement (SPA) dengan Cathay.
Pelibatan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan SAF tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kilang. Ekosistemnya membutuhkan jaringan pengumpulan bahan baku, mitra pengadaan, sistem pengawasan kualitas, serta kerja sama dengan calon pengguna dan pembeli.
Biorefinery
Langkah berikutnya dalam pengembangan energi terbarukan di Cilacap adalah pembangunan biorefinery, fasilitas pengolahan khusus yang dirancang untuk memproduksi bahan bakar berbasis bahan baku terbarukan.
PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan Kilang Cilacap menjadi proyek kilang hijau pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat peran RU Cilacap dalam pengembangan energi hijau dan SAF nasional.
Proyek Biorefinery Cilacap memasuki tahap penting melalui peletakan batu pertama fase kedua pada Februari 2026. Fasilitas tersebut dirancang sebagai kilang khusus atau standalone dedicated green refinery, berbeda dari metode co-processing yang memanfaatkan fasilitas pengolahan yang telah tersedia.
Pembangunan kilang bioavtur itu direncanakan menempati lahan seluas 17,5 hektare di dekat Kilang Unit IV Cilacap. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 1,1 miliar dolar AS, dengan target fasilitas mulai beroperasi pada 2029.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan proyek tersebut ditargetkan berjalan mulai 2027.
“Kami target proyek itu jalan pada 2027,” kata Hermawan.
Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas pengolahan 6.000 barel per hari. Produk yang ditargetkan mencakup SAF dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dengan total produksi yang diproyeksikan sekitar 232.000 ton per tahun.
Kebutuhan bahan baku minyak jelantah diperkirakan mencapai 315.000 ton per tahun. Selain UCO, bahan baku lain yang tercantum dalam rencana pengembangan meliputi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta palm oil mill effluent (POME).
Pengembangan fasilitas tersebut akan menambah kapasitas produksi SAF di Kilang Cilacap. Saat ini, produksi SAF pada unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) disebut mencapai 27 kiloliter per hari. Dengan beroperasinya kilang bioavtur yang direncanakan, kapasitas produksi diproyeksikan meningkat sebesar 860 kiloliter per hari, sehingga totalnya mencapai 887 kiloliter per hari pada 2029.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat kemampuan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Namun, realisasi kapasitas dan jadwal operasional tetap bergantung pada penyelesaian pembangunan, kesiapan fasilitas, serta kepastian pasokan bahan baku.
Dampak ekonomi dan lingkungan
Selain memperkuat produksi energi terbarukan, proyek biorefinery diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas. Pertamina menyebut proyek kilang bioavtur tersebut berpotensi mendongkrak produk domestik bruto (PDB) hingga Rp199 triliun per tahun.
Proyek itu juga diperkirakan menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja. Sementara dari sisi lingkungan, fasilitas tersebut diproyeksikan mengurangi emisi tahunan sekitar 600.000 ton setara karbon dioksida (CO2e).
Di sisi lain, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ditargetkan sebesar 30 persen. Target tersebut menjadi bagian dari harapan agar pembangunan fasilitas tidak hanya memperkuat industri energi, juga memberi ruang bagi keterlibatan industri dan tenaga kerja dalam negeri.
Seluruh angka tersebut masih berupa proyeksi, bukan capaian yang telah terealisasi. Besarnya dampak ekonomi dan lingkungan akan bergantung pada pelaksanaan proyek, tingkat produksi, sumber bahan baku, serta kinerja fasilitas ketika beroperasi.
Selain membangun fasilitas produksi dan memastikan pasokan, pengembangan SAF memerlukan pasar yang dapat menyerap produk secara berkelanjutan.
Pertamina memperkirakan potensi pasar SAF mencapai 160 ribu kiloliter per tahun untuk pasar domestik dan 139 ribu kiloliter per tahun untuk pasar ekspor. Angka tersebut menggambarkan peluang pasar yang dapat dikembangkan, bukan jaminan penyerapan produk secara otomatis.
Strategi pasar mencakup kebutuhan domestik dan peluang ekspor. Pengembangan kedua pasar tersebut memerlukan dukungan kebijakan dan insentif agar bahan bakar berkelanjutan memiliki daya saing serta dapat berkembang di tengah dinamika industri energi.
Kepastian permintaan juga penting untuk mendukung keberlanjutan investasi. Ketika fasilitas produksi membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, produsen perlu memastikan adanya keseimbangan antara kapasitas pengolahan, ketersediaan pasokan, dan kebutuhan pasar.
Bagi Kilang Cilacap, pengembangan SAF memiliki keterkaitan dengan peran kilang sebagai salah satu fasilitas pengolahan energi yang menghasilkan berbagai produk, termasuk bahan bakar untuk penerbangan. Pengembangan bahan bakar alternatif dapat memperluas pilihan produk sekaligus menjadi bagian dari transformasi industri pengolahan energi.
Pada akhirnya, perjalanan jelantah menuju bahan bakar penerbangan bukan sekadar cerita tentang mengubah limbah menjadi produk baru. Proses tersebut mempertemukan teknologi pengolahan, partisipasi masyarakat, kemitraan usaha, pembangunan fasilitas, dan kebutuhan pasar dalam satu rantai yang saling bergantung.
Area kilang Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah, pada waktu malam. ANTARA/Sumarwoto
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalsel untuk mengintegrasikan antarmoda ... [314] url asal
Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalsel untuk mengintegrasikan antarmoda transportasi umum hingga kabupaten/kota dengan tarif "papadaan" sebesar Rp5.000.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi di Banjarmasin, Minggu, menjelaskan, tarif papadaan (bahasa banjar) itu artinya tarif "sesama kita" yang merupakan inovasi layanan integrasi angkutan antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru.
"Penumpang cukup membayar Rp5.000 menggunakan metode pembayaran nontunai, seperti kartu prabayar nirsentuh (tap), QRIS, atau dompet digital," ujarnya.
Menurut dia, dengan satu kali bayar, pengguna dapat berganti moda transportasi publik tersebut hingga tiga kali dalam rentang waktu 90 menit.
Fitri Hernadi menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan untuk mewujudkan transportasi modern yang terintegrasi.
"Melalui aplikasi Aksel, proyek perubahan implementasi tarif papadaan ini difasilitasi Bank Kalsel. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga mendorong digitalisasi keuangan, peningkatan pendapatan daerah, dan creative financing yang bisa dikerjasamakan antara Bank Kalsel, Dinas Perhubungan, serta kolaborasi antar pemerintah daerah," jelasnya.
Dalam ekosistem integrasi tarif ini, lanjut dia, sistem perbankan dari Bank Kalsel bekerja dibalik layar untuk memastikan kelancaran transaksi antar ketiga moda transportasi perkotaan tersebut.
Fitri juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan ini ke depannya. "Bahkan ke depan, untuk tarif berlangganan, pembelian hanya akan tersedia di Aksel dengan harga yang lebih murah dan mudah melalui aplikasi," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel Izhar menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu mendukung penuh program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
"Sesuai dengan komitmen kita bersama Bank Indonesia, Bank Kalsel akan selalu mendukung digitalisasi di Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui dukungan terhadap layanan Trans Banjarbakula ini, yang secara langsung mendorong percepatan ekosistem digital di masyarakat," ujar Izhar.
Kehadiran tarif papadaan diharapkan semakin memanjakan masyarakat dengan kenyamanan transportasi publik yang modern dan terjangkau, sekaligus menjadi solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan mobilitas pada kendaraan pribadi.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) mencatat pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan melalui koperasi di kawasan transmigrasi Rempang ... [368] url asal
Jakarta (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) mencatat pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan melalui koperasi di kawasan transmigrasi Rempang Eco-City, Batam, Kepulauan Riau, mencapai sekitar dua ton per bulan.
Ketua TEP UI Kawasan Transmigrasi Barelang Vishnu Juwono mengatakan hasil tangkapan tersebut berasal dari perairan sekitar Rempang dan dipasarkan ke pusat Kota Batam melalui kegiatan usaha koperasi setempat.
"Jadi selama ini setiap bulan itu sekitar dua ton ikan. Dua ton ikan yang sudah dijual ke pusat kota," kata Vishnu di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam dalam keterangan terkonfirmasi Minggu.
Menurut dia, pemasaran tersebut menunjukkan kegiatan usaha perikanan masyarakat transmigrasi lokal telah berjalan dan masih memiliki peluang untuk ditingkatkan seiring pemanfaatan sarana penangkapan ikan yang tersedia.
Vishnu menilai volume pemasaran ikan tersebut berpotensi meningkat apabila kapasitas penangkapan dan pengelolaan usaha nelayan dapat diperkuat.
"Mungkin bisa dua atau tiga kali lipat lagi," ujar dia.
Ia menjelaskan sektor perikanan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang paling memungkinkan dikembangkan dalam jangka pendek karena masyarakat telah memiliki pengalaman melaut, didukung sarana penangkapan, serta mempunyai akses ke pasar Kota Batam.
"Jadi yang kita lihat dalam jangka pendek tentu saja perikanan," ucapnya.
Pengembangan usaha tersebut juga didukung bantuan 16 unit kapal nelayan dari Kementerian Transmigrasi yang telah disalurkan kepada masyarakat setempat.
Pada 6 Mei 2026 Koperasi Produsen Transmigran Merah Putih Barelang mulai menampung hasil tangkapan nelayan untuk dipasarkan di Batam dan kawasan Galang.
Saat itu, koperasi mencatat 16 kapal bantuan Kementerian Transmigrasi tahun anggaran 2025 telah dioperasikan nelayan melalui mekanisme kerja sama bagi hasil.
Selain bantuan kapal, penguatan kemampuan nelayan dilakukan melalui pelatihan pengoperasian kapal, teknik penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.
Vishnu mengatakan pemanfaatan sarana yang telah tersedia perlu terus ditingkatkan agar kegiatan penangkapan ikan memberikan hasil ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Ini udah dimanfaatkan, tetapi menurut kami masih bisa ditingkatkan lagi, ya," tuturnya.
Ia menambahkan pengembangan perikanan memerlukan pendampingan berkelanjutan, termasuk peningkatan keterampilan dan kemampuan mengelola usaha, agar masyarakat dapat memperkuat penghasilan dari potensi kelautan di sekitar kawasan transmigrasi.
Menurut dia, penguatan kegiatan ekonomi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat, sehingga warga tidak hanya bergantung pada bantuan awal pemerintah, tetapi juga mempunyai sumber pendapatan dari usaha yang dijalankan sendiri.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuka Festival Literaia 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, yang berlangsung ... [382] url asal
Festival Literaia 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi penulis, penerbit, komunitas literasi, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuka Festival Literaia 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, yang berlangsung selama tiga hari pada 11, 13, dan 14 Oktober 2026.
Festival literasi nasional itu diselenggarakan untuk memperingati Bulan Membaca dan Hari Literasi Nasional, sekaligus mendorong penguatan budaya membaca dan ekosistem literasi di Indonesia melalui berbagai program, mulai dari bincang literasi, lokakarya, hingga pameran.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Minggu, mengatakan Festival Literaia 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi penulis, penerbit, komunitas literasi, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
"Kami juga melihat bahwa dari setiap tulisan tidak boleh hanya berhenti sampai ke karya tulis, tetapi dengan peluang yang ada hari ini bagaimana menghilirisasi sebuah tulisan apakah itu menjadi sebuah film, menjadi komik digital, ataupun karya kreatif lainnya itu sangat memungkinkan. Nah di sinilah dalam kegiatan hari ini wadah ini kita coba," kata Teuku Riefky dalam pembukaan Festival Literaia 2026 itu pula.
Melalui festival tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan berbagai pelaku industri dalam ekosistem penerbitan dan literasi agar bisa menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan karya literatur.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi mengatakan Festival Literaia 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong subsektor penerbitan dan literatur, agar tak hanya menjadi ruang penciptaan karya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif lewat hilirisasi kekayaan intelektual.
Festival Literaia tahun ini tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga ruang temu bisnis, pameran kekayaan intelektual lokal, diskusi panel, serta pembekalan teknik pitching dan pemahaman kontrak bagi penulis maupun pelaku alih wahana.
Festival Literaia 2026 berkolaborasi dengan komunitas Negeri Elok untuk memperkaya program dengan mengangkat narasi dan kekayaan budaya Nusantara.
Melalui kolaborasi dengan Negeri Elok, festival ini turut memfasilitasi pengumpulan dan donasi karya tulis terbaik anak bangsa untuk menambah koleksi perpustakaan di Museum Nasional.
"Melalui kolaborasi ini, kemasan festival menjadi lebih inklusif, relevan, dan memiliki daya tarik lintas generasi," ujar Cecep.
Cecep menambahkan festival tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku ekosistem swasta.
Penyelenggara juga melakukan penyesuaian durasi dan program agar kegiatan berlangsung lebih padat.
Ia berharap Festival Literaia pada tahun mendatang bisa menghadirkan program yang lebih beragam untuk menjawab kebutuhan subsektor penerbitan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menegaskan Indonesia dalam peta industri ritel Asia Pasifik bukan hanya sebagai pasar konsumen ... [407] url asal
Indonesia diposisikan sebagai pasar, platform, sekaligus pemain regional.
Tangerang (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menegaskan Indonesia dalam peta industri ritel Asia Pasifik bukan hanya sebagai pasar konsumen yang besar, tetapi platform pertumbuhan, penghubung ekosistem bisnis, dan pemain regional yang semakin berkembang.
Solihin di Tangerang, Banten, Minggu, mengatakan, industri perdagangan besar dan eceran berkontribusi sebesar 13,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar ketiga setelah industri pengolahan. Sektor ini tumbuh 6,1 persen secara tahunan, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kekuatan tersebut ditopang oleh lebih dari 270 juta penduduk dengan karakteristik konsumen yang beragam, mulai dari perkotaan hingga perdesaan, serta keberadaan ritel modern dan tradisional yang sama-sama memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, bagi Aprindo, potensi Indonesia tidak berhenti pada besarnya pasar domestik. "Indonesia diposisikan sebagai pasar, platform, sekaligus pemain regional. Sebagai pasar, Indonesia menawarkan basis konsumen yang besar, pertumbuhan ritel terorganisasi, serta ekosistem pembayaran digital dan omnichannel yang terus berkembang," kata Solihin dalam keterangannya.
Sebagai platform, ujar Solihin lagi, sudah seharusnya Indonesia menghubungkan konsumen, merek, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), rantai pasok, dan teknologi. Sementara sebagai pemain regional, kapabilitas ritel Indonesia mulai berkembang melampaui batas domestik.
Perkembangan ekspansi lintas negara menjadi salah satu penanda perubahan tersebut. Salah satu anggota Aprindo, Alfamart, telah memasuki Filipina, sementara Alfamart Trading telah memasuki Bangladesh. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan yang dibangun industri ritel Indonesia berpotensi diterapkan dan dikembangkan di pasar regional.
Kapabilitas tersebut tidak hanya berupa format gerai, tetapi juga mencakup pengetahuan manajemen, kemampuan rantai pasok, merek dan produk, serta sumber daya manusia ritel.
"Di sisi lain, kita juga membuka peluang bagi pelaku ritel regional untuk masuk dan berkembang di pasar domestik. Kehadiran ritel luar negeri menjadi salah satu contoh konsep ritel regional yang memasuki Indonesia dan beradaptasi dengan karakteristik pasar setempat," katanya lagi.
Perspektif ini memperlihatkan bahwa hubungan antarpasar di Asia Pasifik tidak harus berhenti pada persaingan. Pertukaran kapabilitas, adaptasi model bisnis, dan kemitraan lintas negara dapat membuka peluang pertumbuhan bersama.
Bagi Aprindo, agenda berikutnya adalah memperkuat ekosistem yang memungkinkan peluang tersebut berkembang, melalui kolaborasi pemerintah dan industri, regulasi yang dapat diprediksi, ketahanan rantai pasok, persaingan digital yang adil, serta integrasi UMKM yang lebih mendalam.
"Indonesia, menawarkan lebih dari sekadar peluang penjualan. Indonesia juga menawarkan ruang untuk membangun kemitraan dan mengembangkan kapabilitas ritel yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan kawasan Asia Pasifik," katanya pula.
Gubernur Jateng Cup PETE Indonesia Hard Enduro yang digelar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu, ikut menggerakkan roda ekonomi warga di sekitar arena ... [270] url asal
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jateng Cup PETE Indonesia Hard Enduro yang digelar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu, ikut menggerakkan roda ekonomi warga di sekitar arena kompetisi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan sektor pariwisata, penginapan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Kendal ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan dan penonton.
Menurut dia, ajang ini menjadi sarana olahraga, sekaligus untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
"Inilah bentuk solidaritas kebersamaan antara masyarakat," katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan warga.
Sebanyak 135 pembalap mengikuti Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro yang digelar di Argon Enduro Park, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal itu.
Sementara Ketua Pelaksana Kompetisi, Arif Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang juga untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis olahraga di Jawa Tengah.
Menurut dia, karakter alam Kendal dengan lintasan yang menantang memiliki daya tarik bagi komunitas otomotif.
Kehadiran peserta beserta keluarga dan penonton juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, penginapan, kuliner, hingga perdagangan masyarakat.
Panitia, kata dia, secara khusus melibatkan pelaku UMKM lokal dengan menyediakan ruang berjualan selama kompetisi berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan event ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal," katanya.
Arif mengharapkan kompetisi tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan.
Rangkaian lomba itu tidak hanya diisi kompetisi otomotif, karena panitia juga menggelar senam sehat bersama warga sejak pagi, memberikan santunan kepada anak yatim, serta melakukan penanaman pohon.
Kegiatan tersebut memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus memadukan olahraga, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan dalam satu agenda.
Pertamina mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ajang Lombok Sumbawa Festival di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa ... [316] url asal
Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Pertamina mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ajang Lombok Sumbawa Festival di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan memberikan produk bright gas.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa mengatakan dukungan ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong perekonomian masyarakat NTB di momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
"Dukungan tersebut merupakan bentuk keterlibatan aktif Pertamina dalam mendukung pelaku usaha lokal, khususnya pada momentum penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026," ujarnya melalui keterangan di Mandalika, Minggu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan Lombok Sumbawa Festival menjadi panggung bagi NTB untuk memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif kepada masyarakat luas, khususnya pada momentum penyelenggaraan ajang balap motor internasional.
"Ini merupakan panggung bagi NTB pada momen penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia untuk menampilkan potensi yang dimilikinya, baik potensi budaya maupun ekonomi kreatif. Tentunya, kegiatan ini dikemas dalam sebuah event yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi, sosial budaya, serta dampak positif terhadap lingkungan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pertamina yang memberikan Bright Gas secara gratis bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam festival tersebut.
"Kami berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas dukungannya kepada para pelaku UMKM yang hadir di Lombok Sumbawa Festival melalui pemberian bright gas secara gratis," tambahnya.
Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa dukungan Pertamina melalui bright gas menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM.
"Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya tentang penyelenggaraan ajang balap internasional, tetapi juga bagaimana momentum ini dapat memberikan nilai tambah bagi daerah. Melalui dukungan bright gas bagi UMKM di Lombok Sumbawa Festival, kami ingin turut mendukung aktivitas ekonomi lokal agar potensi dan produk unggulan NTB semakin dikenal luas," katanya.
PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menegaskan komitmennya memperkuat koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ... [245] url asal
Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Makassar (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menegaskan komitmennya memperkuat koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan," ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto dalam keterangannya, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu.
Menurut dia, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan operasi, pengembangan proyek hilirisasi dan pemberdayaan UMKM, kata dia lagi, PT Vale bermaksud membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri.
Dia juga menjelaskan, pengembangan industri nikel dan investasi Vale Indonesia diharapkan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk untuk kebutuhan barang, jasa, dan kegiatan usaha pendukung.
Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang tersebut, perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus kepada peningkatan kapasitas dan akses pasar.
" Vale Indonesia telah berperan dalam pemberdayaan masyarakat, baik melalui dukungan bidang ekonomi, maupun bidang-bidang lain, seperti pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan." ujarnya pada Pekan Expo Koperasi dan UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, Luwu Timur.
Pekan Expo Koperasi dan UMKM dilaksanakan di Lapangan Iniaku, 6-10 Oktober 2026.
Perhelatan akbar ini dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, bersama jajaran pemerintah daerah serta gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel.
PT Pertamina Patra Niaga memberdayakan masyarakat pesisir melalui program Sekolah Alam Anak Pesisir, di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat (NTB).VP ... [473] url asal
Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir.
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memberdayakan masyarakat pesisir melalui program Sekolah Alam Anak Pesisir, di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat (NTB).
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pengembangan potensi masyarakat dan peningkatan akses pendidikan.
"Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir," ujar Dian.
Program yang berjalan sejak 2024 dan menjangkau 135 penerima manfaat ini menjadikan alam sebagai ruang belajar bagi anak-anak pesisir.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mengenal ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta memahami potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tumbuh.
Dari aspek lingkungan, program ini telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir, dengan potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO2 per hektare.
Pada aspek pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan 860 kunjungan per tahun ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir.
Sedangkan, dari aspek ekonomi, program menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp24 juta per tahun dan efisiensi biaya energi sebesar Rp6,6 juta per tahun melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir," kata Dian pula.
Keunikan Sekolah Alam Anak Pesisir terletak pada pendekatan pembelajaran 3E, yaitu ekologi, edukasi, dan ekonomi.
Kawasan mangrove, pesisir, serta ruang terbuka dimanfaatkan sebagai media belajar langsung melalui kegiatan menanam dan merawat mangrove, mengenal ekosistem pesisir, memainkan permainan tradisional, hingga memahami potensi ekonomi lokal.
Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024, kegiatan difokuskan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai ruang pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui benchmarking ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB.
Pada 2025, program mengembangkan kurikulum 3E sebagai acuan pembelajaran.
Selanjutnya, pada 2026, pengembangan Pertakid dilakukan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir.
Zahit Idris, pendiri Komunitas Sanggar Belajar Jalan Pulang yang telah merintis gerakan pendidikan bagi anak-anak di Desa Cendi Manik sejak 2022, mengatakan berangkat dari persoalan anak putus sekolah, kegiatan belajar tersebut awalnya hanya diikuti delapan anak dan berlangsung di musala karena belum tersedia ruang kelas permanen maupun kurikulum pembelajaran.
"Sanggar Belajar Jalan Pulang hadir untuk dapat menjadi ruang belajar dan tempat pulang bagi anak-anak pesisir di Cendi Manik yang kurang memiliki akses pendidikan. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, anak-anak dapat belajar menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas dan diri, serta memperluas wawasan tentang alam," ujarnya pula.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah ... [338] url asal
Banda Aceh (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 72,76 persen.
Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Andi Muhammad Yusuf di Banda Aceh, Minggu, mengatakan capaian tersebut menempatkan Provinsi Aceh pada peringkat pertama dalam kedua indikator tersebut.
"Berdasarkan data survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada 2026, Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 72,76 persen," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Muhammad Yusuf di sela-sela Syariah Financial Fair (Syafif) yang mengusung tema Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
Kegiatan tersebut diikuti 24 pelaku usaha jasa keuangan syariah serta pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjajakan beragam kuliner dan produk lainnya.
Menurut Andi Muhammad Yusuf, capaian indeks literasi dan inklusi keuangan syariah di Provinsi Aceh tersebut melampaui indeks nasional, masing-masing 43,07 persen dan 13,24 persen.
"OJK mendorong Aceh tidak hanya menjadi provinsi dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah tertinggi, tetapi juga menjadi percontohan nasional dalam pemanfaatan keuangan syariah untuk memperkuat ekonomi, mendukung usaha produktif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Andi Muhammad Yusuf.
Sementara itu, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem keuangan syariah di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
"Kami terus memperkuat ekosistem keuangan syariah melalui perluasan akses dan peningkatan pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah yang mampu mendukung kegiatan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurut dia, keberhasilan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari luasnya akses, tetapi juga dari ketepatan pemanfaatan dan manfaat nyata yang masyarakat rasakan.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri jasa keuangan untuk menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh.
"Keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada perluasan akses, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk meningkatkan kesejahteraan," kata Daddi Peryoga.