PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol kepada 37 peserta Program Presiden untuk ... [517] url asal
Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Jasa Marga Business & Service Immersion.
"Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Rivan menjelaskan bahwa operasional jalan tol memiliki fungsi strategis dalam mengawal kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional.
Menurut dia, pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik.
"Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Rivan menambahkan bahwa kegiatan "business immersion" ini adalah bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD selama sembilan bulan.
Dalam kegiatan ini, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan, mendukung penegakan hukum, hingga menjadi dasar dalam perumusan rekayasa lalu lintas.
Dalam kesempatan yang sama, VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM) Dumoli HM Sirait menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan "Action Learning Project (ALP)".
"Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun 'Action Learning Project' yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN," ucapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta diajak mendalami empat stasiun pembelajaran (learning stations) yaitu Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat.
Pengalaman peserta kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi langsung Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat monitoring dan koordinasi operasional jalan tol.
Melalui fasilitas ini, peserta melihat bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, hingga mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.
Pengalaman peserta tidak berhenti pada pemaparan dan peninjauan lapangan. Peserta juga diajak memecahkan studi kasus operasional melalui diskusi kelompok, dengan menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan penguraian kepadatan rest area. Hasil analisis kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga.
Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya "business insight" dan "leadership lesson" bagi seluruh peserta P3MD.
Ia juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama Jasa Marga.
"Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata," katanya menambahkan.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan saat ini Indonesia baru mampu mengisi sekitar 26 persen atau 75.000 dari total ... [326] url asal
Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan
Bandung (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan saat ini Indonesia baru mampu mengisi sekitar 26 persen atau 75.000 dari total 287.000 lebih lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi resmi hingga awal Oktober 2026.
"Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan. Masih ada 73 persen lebih, hampir 74 persen yang belum bisa kita isi," kata Menteri P2MI Mukhtarudin saat meresmikan Migrant Center dan peninjauan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Bandung, Jumat.
Mukhtarudin menjelaskan kesenjangan besar antara permintaan (demand) pasar kerja internasional dan daya serap tenaga kerja Indonesia dipicu oleh minimnya sertifikasi kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan keterampilan calon pekerja migran.
Ia memaparkan saat ini berbagai negara tetangga dan kawasan global, seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa Timur, Eropa Barat, hingga Amerika sedang menghadapi fenomena penurunan populasi usia produktif (aging population).
Sebaliknya, kata dia, Indonesia berada di ambang puncak bonus demografi menuju tahun 2045 dengan proyeksi 207 juta penduduk usia produktif.
"Ketika negara kita mengalami bonus demografi, negara-negara lain mengalami aging population. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja global. Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kompetensi global menjadi sebuah keniscayaan," kata Mukhtarudin.
Menanggapi ketimpangan ini, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi langsung pada 20 Oktober 2025 untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran terampil (skilled workers) secara terakselerasi.
Program SMK Go Global diresmikan sebagai salah satu prioritas nasional dan program percepatan (quick win) pemerintah pusat untuk mencetak pekerja profesional yang berdaya saing global.
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan penyaluran jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak dengan realisasi ... [356] url asal
Program SPHP Jagung bertujuan membantu peternak memperoleh pasokan bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran
Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan penyaluran jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak dengan realisasi sementara mencapai 683.850 kilogram atau 81,75 persen dari total alokasi 836.550 kilogram.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam, mengatakan Program SPHP Jagung bertujuan membantu peternak memperoleh pasokan bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Program SPHP jagung merupakan bagian dari upaya Bulog mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan,” katanya.
Selain menjaga ketersediaan komoditas, kata dia, program tersebut diharapkan membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau sehingga biaya produksi dapat lebih terkendali.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram.
Melalui program tersebut, lanjut dia, jagung disalurkan kepada peternak melalui koperasi atau asosiasi mitra kerja sama.
Ia mengharapkan penyaluran dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah dapat membantu peternak menghadapi gejolak harga bahan baku pakan di pasaran.
Menurut dia, ketersediaan jagung dengan harga terjangkau menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
“Jagung merupakan komoditas penting dalam penyediaan bahan baku pakan, khususnya bagi peternak ayam petelur yang membutuhkan pasokan secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan laporan realisasi SPHP jagung per 9 Oktober 2026, Bulog Kancab Banyumas memiliki alokasi sebanyak 836.550 kilogram.
Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 683.850 kilogram telah disalurkan, sedangkan sisa alokasi mencapai 152.700 kilogram.
“Penyaluran jagung SPHP tersebut dilaksanakan melalui mitra kerja sama, yakni Paguyuban Peternak Ayam Layer Purbalingga (PPALP),” katanya.
Menurut dia, mitra tersebut menjadi bagian dari upaya penyaluran jagung kepada peternak yang membutuhkan bahan baku pakan dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Dengan realisasi yang telah mencapai 81,75 persen, kata dia, Bulog Kancab Banyumas terus mengoptimalkan penyaluran sisa alokasi agar dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
“Langkah tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan peternak di wilayah Banyumas dan sekitarnya,” kata Prawoko.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa proses hilirisasi kakao harus dimulai dari desa untuk meningkatkan nilai tambah hasil ... [575] url asal
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa proses hilirisasi kakao harus dimulai dari desa untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan.
"Keterbatasan fasilitas pengering selama ini membuat petani hanya dapat menjual kakao dengan harga tinggi pada musim kemarau," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan Provinsi Lampung telah menyiapkan strategi ke depan dengan mendesain struktur ekonomi agar tumbuh inklusif, meningkatkan kemakmuran dan mengentaskan kemiskinan yang dilakukan melalui hilirisasi berbagai komoditas yang ada di desa agar memiliki nilai tambah.
"Solar dryer yang diserahkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan kakao di tingkat petani. Teknologi tersebut sederhana, tetapi dapat membuka kesempatan bagi petani untuk menghasilkan kakao kering secara lebih konsisten sepanjang tahun," katanya.
Dia mengatakan selama ini petani menghadapi persoalan ketika panen berlangsung pada musim hujan. Kakao yang belum kering harus segera dijual sehingga petani menerima harga lebih rendah karena tidak memiliki fasilitas pengering yang memadai.
"Harga kakao basah dalam kondisi tertentu berada di kisaran Rp20.000-Rp30.000 per kilogram. Setelah dikeringkan, harganya dapat meningkat menjadi sekitar Rp70.000-Rp80.000 per kilogram, sehingga proses pengeringan menjadi titik penting dalam meningkatkan pendapatan petani," ucap dia.
Pemerintah daerah pun mendorong agar nilai tambah komoditas tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Dari total komoditas Lampung yang bernilai sekitar Rp150 triliun dalam struktur PDRB, baru sekitar Rp40 triliun yang di hilirisasi atau tidak lebih dari 30 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat industri pengolahan berbasis komoditas lokal. Sebab selama ini sebagian besar nilai tambah dinikmati industri berskala besar, sementara bahan baku berasal dari desa-desa sentra produksi.
Ia berharap Pekon Ampai tidak hanya menjadi tempat pengeringan kakao, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan dan produksi solar dryer (alat pengering tenaga surya). Alat tersebut diharapkan dapat ditiru, dikembangkan, kemudian didistribusikan ke sentra-sentra kakao di sepanjang pesisir Lampung.
"Yang saya harapkan nanti di Pekon Ampai bukan hanya bisa suplai, bukan hanya bisa mengeringkan, tapi bisa mencontoh, membuat pengering seperti ini, dan mendistribusikan, menjual pengering-pengering solar dryer ini di sepanjang pesisir Lampung," tambahnya.
Sebab potensi kakao di wilayah tersebut cukup besar, dan produksi kakao Pesawaran termasuk yang terbesar di Indonesia dan menjadi yang tertinggi di Lampung, khususnya di wilayah pesisir.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Lampung Eti Eliati.
"Pesawaran memiliki luas lahan kakao sekitar 25.000 hektare dengan produksi sekitar 21.000 ton per tahun," ujar Eti Eliati.
Ia melanjutkan dengan adanya potensi tersebut OJK mendorong adanya pengembangan kakao melalui ekosistem closed loop yang menghubungkan sektor hulu dan hilir.
"Skema tersebut mencakup akses pembiayaan petani, mitigasi risiko oleh lembaga penjamin, kepastian pasar dan harga melalui offtaker serta industri pengolahan, hingga pendampingan pemerintah daerah dan akademisi," tambahnya.
Diketahui pula selain bantuan solar dryer, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pengembangan UMKM berbasis kakao agar semakin banyak pelaku usaha lokal mampu meningkatkan skala bisnisnya.
Dan PNM juga akan merealisasikan pembiayaan sebesar Rp318 juta kepada 50 debitur pelaku usaha tani kakao. Pembiayaan itu diharapkan meningkatkan volume usaha sekaligus pendapatan petani.
Dari sisi pembiayaan ultra mikro, PNM telah memiliki sekitar 490.000 nasabah di Lampung. Hingga September 2026, outstanding pembiayaan mencapai sekitar Rp2 triliun, sedangkan penyaluran sepanjang 2026 telah mencapai Rp2,04 triliun.
Khusus di Pesawaran, jumlah nasabah PNM Mekaar tercatat 29.383 orang dengan outstanding sekitar Rp125,86 miliar. PNM juga memiliki 11 cabang, 148 pendamping, dan 1.940 kelompok nasabah di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai Jatim memiliki potensi pasar yang besar untuk mendukung pengembangan pameran berskala luas, seperti ... [432] url asal
Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai Jatim memiliki potensi pasar yang besar untuk mendukung pengembangan pameran berskala luas, seperti halnya Pekan Raya Jatim (PRJ) Surabaya.
"Jawa Timur sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua dengan perputaran mencapai lebih dari Rp3.700 triliun dalam setahun memiliki peluang yang sangat besar agar konsep ini bisa sukses," kata Emil, saat memberikan sambutan pada pembukaan PRJ Surabaya 2026 di Surabaya, Jumat.
Menurut dia, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas penyelenggaraan pameran dengan konsep yang menarik dan memiliki karakteristik tersendiri, sehingga mampu menjangkau lebih banyak pengunjung.
Meskipun demikian, lanjutnya, pengembangan pameran di Jawa Timur tidak harus menimbulkan persaingan yang saling mematikan dengan pusat perbelanjaan atau penyelenggara pameran yang telah beroperasi, termasuk pameran yang ada di Grand City Surabaya.
Ia menjelaskan, setiap penyelenggara memiliki segmen pasar masing-masing, sehingga peluang pengembangan kegiatan serupa masih terbuka seiring besarnya potensi ekonomi di Jawa Timur.
"Kepada Bapak Hendriadi (Penyelenggara PRJ Surabaya), apabila masih ada peluang untuk pengembangan lebih lanjut, silakan sampaikan ide untuk memperbesar area yang ingin dikembangkan di Jawa Timur," tuturnya.
Selain perluasan area, ia menilai daya tarik pameran juga perlu diperkuat melalui konsep acara yang mampu menghadirkan keramaian secara tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.
Menurut dia, karakteristik tersebut menjadi salah satu daya tarik utama PRJ yang dapat mendorong masyarakat untuk datang, sekaligus melakukan transaksi perdagangan.
Selain itu, kata Emil, pentingnya melibatkan pelaku ekonomi kreatif lokal dalam penyelenggaraan pameran, termasuk dalam pembuatan properti dan pembangunan panggung.
Oleh karena itu, keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkontribusi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Ia berharap PRJ Surabaya yang memasuki tahun keempat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi penyelenggara, peserta pameran, pelaku usaha, serta masyarakat.
"Terima kasih banyak atas pelaksanaan PRJ yang keempat ini. Mudah-mudahan acara ini terus sukses, semakin berkembang, dan membawa keberhasilan bagi seluruh partisipan, termasuk untuk Jawa Timur," tuturnya.
JIEXPO bersama PT Hardayawidya Graha menggelar PRJ Surabaya 2026 sebagai salah satu ajang pameran dan hiburan, dalam memeriahkan ulang tahun provinsi Jawa Timur serta melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan sebelumnya.
PRJ Surabaya 2026 diselenggarakan pada tanggal 8 sampai 18 Oktober 2026 selama 11 hari penuh di area Grand City Convex yang meliputi Exhibition Hall 1 – 2, Convention Hall, Open Space, hingga area Amusement.
Pada tahun ini, PRJ Surabaya menghadirkan Exhibition Hall 2 sebagai area tambahan yang akan memperluas kawasan event.
Kehadiran area baru ini menjadi langkah besar bagi PRJ Surabaya dalam menghadirkan pengalaman pameran yang lebih nyaman, lengkap, dan variatif bagi para pengunjung maupun peserta pameran.
Tumpukan sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai sumber masalah perlahan berubah menjadi sumber penghidupan bagi warga Kalurahan Guwosari, Kabupaten ... [1,213] url asal
Kehadiran Go-Sari menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan lingkungan dan teknologi
Bantul (ANTARA) - Tumpukan sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai sumber masalah perlahan berubah menjadi sumber penghidupan bagi warga Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Go-Sari, pemerintah kalurahan bersama masyarakat mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.
Upaya tersebut membutuhkan keberanian mengambil keputusan, perubahan kebiasaan masyarakat, dan kolaborasi berbagai pihak. Sampah tidak lagi sekadar dipindahkan ke tempat pembuangan, tetapi dipilah dan diolah agar kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Lurah Guwosari Masduki Rahmad menjadi salah satu penggerak pengelolaan sampah di tingkat kalurahan. Pria yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Bantul itu menilai persoalan sampah perlu diselesaikan mulai dari lingkungan terdekat dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Jangan menyelesaikan sampah di tingkat nasional terlebih dahulu. Di tingkat desa, kita harus menyelesaikannya dulu,” kata Masduki.
Kalurah Guwosari memiliki wilayah sekitar 830 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 13.000 jiwa yang tersebar di 15 padukuhan dan 79 rukun tetangga. Kalurahan merupakan istilah untuk desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta.
Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang terencana dan berkelanjutan.
Go-Sari mulai dirintis pada 2019 dan terus dikembangkan hingga 2021. Fasilitas pengolahan sampah itu berada di Padukuhan Bungsing dengan memanfaatkan tanah kas kalurahan seluas 24.383 meter persegi.
Pengelola memilah sampah berdasarkan jenisnya untuk menentukan metode pengolahan dan pemanfaatan yang sesuai. Sampah plastik, misalnya, diolah menjadi bahan baku produk baru, sedangkan sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan pembuatan kompos.
Perkembangan Go-Sari juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Dari awalnya hanya melibatkan dua orang, kegiatan tersebut berkembang hingga mempekerjakan 27 orang, termasuk anak muda yang tidak melanjutkan sekolah dan warga lanjut usia.
Pemerintah kalurahan turut mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pembiasaan pemilahan sampah sejak dari rumah. Upaya tersebut diperkuat dengan Peraturan Kalurahan Guwosari Nomor 9 Tahun 2019 sebagai salah satu landasan pengelolaan sampah.
Di fasilitas itu, plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) diolah menjadi papan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat meja dan berbagai produk lainnya. Pengelola juga mengembangkan produk kerajinan, seperti plakat, medali, dan gantungan kunci.
Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF), yang membantu menguraikan sampah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Pengelola juga mengembangkan kompos serta menjajaki integrasi dengan kegiatan peternakan ayam dan produksi telur.
Hasil pengembangan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pelanggan Go-Sari. Pada 2023, jumlah pelanggan tercatat sekitar 480 dan kemudian bertambah menjadi sekitar 1.545 pelanggan.
Volume sampah yang ditangani juga meningkat dari sekitar 1,7 ton menjadi sekitar 5 ton per hari. Namun, jumlah tersebut belum mencakup seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat Guwosari, yang diperkirakan mencapai 8 ton per hari.
Masduki menyebut pendapatan bulanan Go-Sari pun meningkat dari sekitar Rp27 juta menjadi sekitar Rp97 juta. Perkembangan itu menunjukkan potensi pengelolaan sampah sebagai kegiatan ekonomi yang dapat menopang operasional sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Keberlanjutan program, tentu saja, tidak hanya bergantung pada fasilitas, juga pada pengetahuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Apa yang diwariskan tidak hanya tanah. Ilmu pengetahuan juga harus diwariskan,” kata Masduki.
Kolaborasi perkuat nilai ekonomi
Pengembangan Go-Sari turut mendapat dukungan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufik Kurniawan mengatakan Pertamina mulai mendampingi Guwosari pada 2022.
Semula, pendampingan diarahkan pada kajian pengolahan pisang. Namun, setelah melihat kondisi di lapangan, perusahaan menemukan potensi pengembangan TPS3R yang lebih luas.
Saat itu, persoalan sampah juga berkaitan dengan kebiasaan membakar atau membuang sampah sembarangan yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan sosial. Pendampingan kemudian difokuskan pada penguatan pengolahan sampah, pengembangan inovasi, dan penciptaan nilai tambah.
Salah satu pendekatannya adalah mengenalkan pemilahan sampah melalui istilah lokal “bosok, rosok, popok, dan godhong thok”. Istilah tersebut membantu masyarakat mengenali kategori sampah dan menerapkan pemilahan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan Pertamina tidak hanya diarahkan pada pengolahan material, juga pada pengembangan inovasi dan kemitraan. Selain produk papan plastik, meja, plakat, medali, dan gantungan kunci, pengolahan sampah organik menjadi maggot dan kompos menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah.
Program tersebut juga mengembangkan biochar (arang untuk memperbaiki sifat tanah) serta pemanfaatan segel truk yang tidak terpakai untuk didaur ulang. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bantul, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Taufik, sebanyak 127 orang mendapat manfaat tidak langsung dari program tersebut, antara lain melalui insentif terkait pemilahan sampah. Sebanyak 33 orang lainnya disebut mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan yang dikembangkan.
Pertamina juga mencatat nilai ekonomi dari berbagai inovasi pengolahan sampah di Guwosari mencapai sekitar Rp99 juta per bulan. Angka itu merujuk pada nilai ekonomi rangkaian inovasi yang dikembangkan, sehingga cakupannya berbeda dari pendapatan operasional Go-Sari yang disebutkan Masduki.
Taufik mengatakan pendampingan tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk melanjutkan program secara mandiri setelah dukungan perusahaan berakhir.
“Kami tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tapi juga memandirikan mereka,” kata Taufik.
Keberlanjutan program membutuhkan pengelolaan usaha yang baik, kualitas produk yang terjaga, serta jejaring pemasaran yang memadai agar nilai ekonomi dari pengolahan sampah terus berkembang.
Tak lekang usia
Manfaat Go-Sari juga dirasakan oleh warga yang terlibat langsung dalam kegiatan pengolahan sampah. Salah satunya Mbah Sakiyem, perempuan berusia 72 tahun yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dia telah bekerja di TPS3R Go-Sari selama satu tahun empat bulan. Sebelumnya, Mbah Sakiyem bekerja di sebuah pabrik PVC yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ketika terdapat kemungkinan bekerja di cabang Kebumen, ia memilih tidak ikut pindah dan kemudian bekerja di Go-Sari.
Di tempat kerjanya sekarang, ia menerima upah Rp400.000 per pekan untuk lima hari kerja. Sebelumnya, saat bekerja di pabrik pipa, ia mendapat upah Rp70.000 per hari dengan enam hari kerja dalam sepekan.
Kesempatan bekerja di Go-Sari membuat Mbah Sakiyem tetap produktif dan memperoleh penghasilan pada usia senja. Ia memiliki tiga anak, salah satunya tinggal di Sulawesi Tengah, tidak jauh dari Palu.
“Suka dukanya banyak. Sukanya kalau musim kemarau seperti sekarang ini sisa sampahnya mudah dibakar, tapi kalau musim hujan susah dibakar,” kata Mbah Sakiyem yang menangani insinerator atau mesin pembakar sampah.
Kehadiran Go-Sari menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan lingkungan dan teknologi. Di balik material yang dipilah dan diolah, terdapat warga yang menggantungkan penghidupan pada kegiatan tersebut.
Keterlibatan pekerja lanjut usia juga memperlihatkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis lingkungan dapat membuka kesempatan kerja bagi kelompok masyarakat yang masih ingin produktif.
Perjalanan Go-Sari memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dapat menghubungkan kepentingan lingkungan dengan ekonomi masyarakat. Material yang dipilah sejak dari sumbernya berpeluang diolah kembali, sementara kegiatan pengolahannya membuka kesempatan kerja dan pengembangan usaha.
Meskipun demikian, tantangan masih terbentang. Dengan produksi sampah diperkirakan mencapai 8 ton per hari dan sekitar 5 ton di antaranya ditangani Go-Sari, peningkatan kapasitas pengolahan masih diperlukan.
Penguatan kebiasaan memilah sampah, pengembangan teknologi, perluasan pasar produk daur ulang, serta pengelolaan usaha yang konsisten menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Mbah Sakiyem (72) menangani mesin pembakaran sampah atau insinerator di TPS3R Go-Sari, Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026). ANTARA/Sumarwoto
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus berupaya mengembangkan wisata kuliner bertema "Jaman Sayki" untuk menghidupkan para pelaku usaha ... [338] url asal
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus berupaya mengembangkan wisata kuliner bertema "Jaman Sayki" untuk menghidupkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di pusat kawasan UMKM Jalan Raya Madukaran, Kedungwuni Barat.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Jumat mengatakan bahwa keberadaan sentra kuliner tersebut memiliki potensi untuk menjadi tempat berkumpul masyarakat terutama kalangan anak muda yang ingin menikmati aneka jajanan dengan harga terjangkau.
"Kami mengajak masyarakat datang dan menikmati beragam pilihan makanan di kawasan tersebut. Berbagai pilihan makanan tersedia mulai dari kuliner tradisional seperti sate kikil, kluban bothok, dan pindang tetel hingga sajian modern berupa kopi, dimsum, dan cake," katanya.
Menurut dia, keberadaan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas perdagangan pada akhir pekan.
Pemerintah daerah, kata dia, berencana memperbanyak agenda agar kawasan tersebut memiliki daya tarik pada hari-hari lainnya seperti penyelenggaraan bursa mobil bekas setiap hari Rabu untuk melengkapi aktivitas kuliner yang selama ini ramai pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
"Ada terobosan pameran mobil-mobil second, mobil-mobil yang masih layak jual. Ini tentu saja akan semakin menambah kesemarakan di kawasan UMKM itu pada hari Rabu," ujarnya.
Selain mengembangkan sektor kuliner dan perdagangan, menurut dia, pemerintah daerah juga berencana mengoptimalkan sirkuit balap motor di kawasan tersebut melalui penyelenggaraan beragam acara.
Kerja sama dengan promotor, kata dia, tengah diupayakan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mendatangkan lebih banyak pengunjung.
"Kita akan aktivasi sirkuit yang sudah kita bangun sehingga harus ada banyak kegiatan di sirkuit tersebut. Kita sedang melangkah untuk bekerja sama dengan para promotor agar kemudian bisa mengelola dengan baik sirkuit kita dan banyak event di sini," katanya.
Sukirman mengatakan pengembangan pusat kawasan UMKM ini perlu dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan keterlibatan para pelaku usaha.
Perbaikan akses jalan, penyediaan tempat parkir, serta pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus, kata dia, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung.
"Kepada para pelaku usaha UMKM bilamana mempunyai gagasan-gagasan ide untuk sama-sama kita memasarkan produk-produk silakan disampaikan," katanya.
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat kesiapan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor usaha selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of ... [387] url asal
Selain mendukung kebutuhan rumah tangga, ketersediaan LPG juga menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan kuliner, UMKM, dan layanan wisata
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat kesiapan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor usaha selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan, langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring mobilitas wisatawan dan aktivitas usaha selama ajang balap internasional di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, tersebut.
"Selain mendukung kebutuhan rumah tangga, ketersediaan LPG juga menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan kuliner, UMKM, dan layanan wisata," ujarnya.
Kitty mengatakan, kesiapan energi selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencakup kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang turut mendukung penyelenggaraan ajang tersebut.
"Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan LPG untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pasokan LPG di wilayah Lombok ditingkatkan hingga 200 persen, sementara di Sumbawa hingga 100 persen. Penguatan ini kami lakukan agar kebutuhan energi rumah tangga dan sektor usaha dapat terpenuhi dengan baik selama periode penyelenggaraan," ujar Kitty.
Kehadiran wisatawan nusantara dan mancanegara turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar Mandalika dan wilayah pendukungnya.
Kesiapan LPG mendukung pelaku usaha dalam melayani pengunjung sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kitty menambahkan, penguatan pasokan disertai koordinasi dan pemantauan distribusi secara intensif bersama pihak terkait agar penyaluran LPG berjalan lancar.
"Kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan berkoordinasi dengan jaringan distribusi agar pasokan LPG dapat menjangkau masyarakat. Dengan kesiapan ini, kami ingin mendukung kelancaran aktivitas pelaku usaha dalam melayani wisatawan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," lanjut Kitty.
Selain memperkuat pasokan LPG, Pertamina Patra Niaga juga mendukung operasional UMKM di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui penyediaan Bright Gas 5,5 kg.
Di antaranya 100 tabung Bright Gas disalurkan untuk UMKM binaan Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah yang beraktivitas di area Lombok Sumbawa Festival Grandstand B.
Selain itu, 25 tabung Bright Gas diberikan kepada UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berjualan di area tunnel.
"Dukungan tersebut diharapkan membantu UMKM binaan dalam memenuhi kebutuhan energi untuk kegiatan usaha sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menikmati kuliner dan produk lokal selama ajang berlangsung," ujar Kitty.
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pameran Sleman ... [465] url asal
Industri fashion dan kriya memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui perpaduan tradisi dan modernitas
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pameran Sleman Halal Fashion & Craft (SHFC) 2026 untuk mendorong industri kecil menengah nai kelas.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Sleman, Jumat, mengatakan, inisiatif strategis ini menegaskan komitmen kuat Kabupaten Sleman dalam memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus memosisikan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lokal agar mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional hingga internasional.
"Industri fashion dan kriya memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui perpaduan tradisi dan modernitas," kata Danang saat membuka Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 mengusung tema "Cahaya Nusantara".
Ia mengatakan, fashion bukan sekadar tentang pakaian dan penampilan. Di dalamnya terdapat gagasan, kreativitas, keterampilan, serta identitas budaya yang dapat dikemas menjadi karya bernilai.
Ia menjelaskan, di balik sebuah karya terdapat proses panjang yang melibatkan desainer, pengrajin, penjahit, hingga tenaga pemasaran yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
"Mengutip ajaran leluhur, Wakil Bupati Sleman juga mengingatkan filosofi Jawa “Ajining rogo soko busono” sebagai cerminan bahwa busana merupakan perwujudan kehormatan diri sekaligus sarana pendukung pelestarian budaya bangsa," katanya.
Rangkaian acara yang menjadi bagian terpadu dari Sleman Creative Weeks 2026 serta peringatan Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia ini dirancang bukan sekadar ajang pameran visual semata, melainkan sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing para pelaku usaha.
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Sleman sekaligus Kepala Disperindag Sleman Dwi Wulandari menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang produktif bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal.
"Seluruh rangkaian tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan promosi, tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya, kreativitas, peningkatan kapasitas IKM, perluasan jejaring, dan pengembangan pasar," katanya.
Ia juga menambahkan harapan besar agar kegiatan ini memberikan tindak lanjut nyata berupa penguatan branding, inovasi, dan kesiapan IKM untuk terus berkembang secara berkelanjutan.
Suasana pembukaan semakin semarak dan memikat perhatian pengunjung ketika Wakil Bupati Sleman bersama jajaran pimpinan Dekranasda Kabupaten Sleman dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman tampil memukau di panggung catwalk dengan mengenakan batik khas Sleman.
Penampilan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan dukungan nyata secara langsung terhadap karya-karya desainer serta pengrajin IKM lokal.
Penyelenggaraan SHFC dan JFR 2026 turut dihadiri oleh jajaran Dekranasda DIY, perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota se-DIY, serta desainer ternama seperti Ella Muwafiq.
Ia mengatakan sinergi lintas sektor ini menjadi wujud kontribusi nyata Kabupaten Sleman dalam memperkuat ekosistem batik dan mendukung Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.
"Pameran SHFC 2026 sendiri berlangsung hingga 11 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap produk fashion, batik, dan kriya lokal semakin dikenal luas, mampu menjangkau pasar yang lebih besar, serta memperkuat kontribusi IKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri kreatif daerah," katanya.
PT Jasa Raharja (Persero) dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan kepada 69 ahli waris dari korban Kapal Virgo Transport 8 yang teridentifikasi per ... [174] url asal
Banjarmasin (ANTARA) - PT Jasa Raharja (Persero) dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan kepada 69 ahli waris dari korban Kapal Virgo Transport 8 yang teridentifikasi per 9 Oktober 2026 dengan total nilai Rp4.638.000.000.
"Santunan diberikan kepada ahli waris yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha di Banjarmasin, Jumat.
Dia merinci untuk Jasa Raharja telah membayarkan Rp3.312.000.000, sementara Jasaraharja Putera Rp1.326.000.000.
Terkait tambahan tiga korban teridentifikasi oleh tim DVI Polda Kalimantan Selatan hari ini, Arkan mengaku timnya di lapangan langsung melakukan proses verifikasi ahli waris.
"Jika proses administrasi bisa selesai hari ini juga, paling lambat besok sudah bisa dibayarkan santunannya," jelasnya.
Arkan memastikan pula terus melakukan pengawalan terhadap proses pencarian dan identifikasi korban.
Kemudian memberikan pendampingan terhadap keluarga yang saat ini sebagian masih menunggu kabar baik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin maupun Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
"Kami harus memastikan hak korban bisa dipenuhi segera setelah proses identifikasi," tambahnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Bank Jatim mampu menggarap potensi ekonomi Kalimantan Timur melalui pembukaan kantor cabang di ... [326] url asal
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Bank Jatim mampu menggarap potensi ekonomi Kalimantan Timur melalui pembukaan kantor cabang di Balikpapan, Jumat.
"Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antar dua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Khofifah, Balikpapan memiliki posisi strategis untuk mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di Kalimantan. Kota tersebut juga berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi signifikan dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Pembukaan kantor cabang itu juga menindaklanjuti aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Timur pada 2024.
"Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu," ujarnya.
Khofifah mengatakan Bank Jatim perlu mengidentifikasi peluang ekonomi secara terperinci, termasuk kemungkinan kerja sama dengan bank milik negara dan swasta untuk mendukung proyek berskala besar.
"Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan rasanya memang butuh konsorsium,” tuturnya.
Sebuah konsorsium yang memungkinkan untuk bisa di-handle oleh Bank Jatim dan bank-bank himbara maupun bank swasta lainnya di Kalimantan Timur.
Selain itu, Khofifah meminta Bank Jatim membantu usaha kecil dan menengah (UKM) di Balikpapan dan Kalimantan Timur agar berkembang dan naik kelas.
"Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk mendukung UKM di Balikpapan, niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas," katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyatakan dukungan terhadap kehadiran Bank Jatim di Balikpapan.
Ia berharap sinergi pemerintah kedua provinsi, pemerintah kota, perbankan, dan pelaku usaha dapat memperkuat perekonomian daerah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga Oktober 2026 yang mencapai 108,43 persen dari target tahun ... [227] url asal
Realisasi penyerapan gabah sudah mencapai 406.253 ton setara beras, melebihi target sebanyak 374.658 ton
Semarang (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga Oktober 2026 yang mencapai 108,43 persen dari target tahun ini.
"Realisasi penyerapan gabah sudah mencapai 406.253 ton setara beras, melebihi target sebanyak 374.658 ton," kata Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati di Semarang, Jumat.
Sementara secara nasional, realisasi penyerapan gabah petani sudah mencapai 4,1 juta ton beras.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan upaya untuk memberikan kepastian pasar bagi petani, mendukung keberlangsungan usaha pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menuturkan, Bulog telah mengoptimalkan seluruh instrumen, mulai dari penguatan jaringan pembelian di tingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana pengolahan dan pergudangan, hingga percepatan penyerapan pada momentum panen dalam melaksanakan pengadaan gabah.
Ia menambahkan, tingginya persediaan cadangan pangan tersebut juga memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional.
"Bulog menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan Pemerintah," katanya.
Melalui pengadaan yang kuat di tingkat hulu, kata dia, pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
Ia memastikan Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan operasional dari hulu hingga hilir.